Yuni Shara Dukung Kehadiran Vexanium untuk Transparansi dan Perlindungan buat Karya Seni – Berita Hiburan

by

Pahami.id – Salah satu keunggulan teknologi NFT adalah dapat melindungi karya seni seperti lukisan dan musik. Ini juga merupakan fokus utama Vexanium, sebuah protokol blockchain publik open source.

Pada Desember 2022, Vexanium meluncurkan platform digital berupa improduction.io. Sejumlah musisi seperti Onec Mekel, Yuni Shara dan Sania mengaku sangat mendukung teknologi ini. Karena itu akan menguntungkan dan melindungi pekerjaan mereka.

“Saya orang tua yang melihat hal seperti ini di NFT, cukup sulit bagi saya untuk menerimanya. Karena saya sudah terbiasa dengan hal-hal lama, saya harus beradaptasi dengan teknologi,” tambah Yuni Shara saat merilis video barunya. lagu berjudul “Tanda-Tanda” di Jakarta, baru-baru ini.

Danny Baskara adalah pendiri Vexanium (kanan) bersama Indra M Putra (tengah) dan Oktav Panggabean (kanan) dari label RPM. [Instagram]

Namun, sebagai musisi, Yuni Shara sadar harus melek teknologi. Jika teknologi tersebut memiliki manfaat positif bagi musisi, kenapa tidak dicoba.

“Kalau ditanya manfaatnya, lagipula saya seniman, saya ingin karya saya didengar banyak orang, dampaknya bagus. Jadi sebenarnya itu sesuatu yang sulit saya terima, tapi saya harus beradaptasi. . Kalau karya saya diapresiasi dalam bentuk lain, saya senang sekali,” kata Yuni Shara.

Sedangkan menurut Danny Baskara selaku pendiri Vexanium, blockchain memiliki teknologi Smart Contract yang akan mencatat setiap penjualan aset artistik secara benar dan transparan, termasuk penjualan lagu dan lukisan.

“Protokol Vexanium selalu menjadi yang terdepan dalam mendukung perkembangan teknologi digital yang memiliki manfaat positif bagi pertumbuhan suatu industri,” ujar Danny Baskara dalam keterangan yang diterima Pahami.id.

Tak hanya dari kalangan artis atau penyanyi, pihak label juga mendukung kehadiran Vexanium.

“Saya tentu sangat mendukung adanya teknologi digital baru yang dapat memberikan nilai tambah dalam hal perlindungan dan transparansi karya seni, khususnya lagu,” tambah Octav Panggabean selaku CEO Royal Prima Musikindo (RPM).