7 Pelaku Pembacokan 3 Orang Terkait Pilkades Bangkalan Ditangkap – Berita Jatim

by
Pilkades Serentak Bangkalan Madura, Satu dari Tiga Korban Pembacokan Meninggal Dunia

Pahami.id – Sebanyak tujuh orang penikam tiga orang terkait pilkada di Bangkalan akhirnya ditangkap polisi setempat. Mereka disebut terlibat dalam kasus yang menewaskan dua orang tersebut.

Kejadian ini sebelumnya terjadi di depan Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perdesaan (DPMD) Bangkalan, Rabu (5/4/2023) lalu. Ketujuh pelaku tersebut adalah: Seorang pria berinisial G (47) asal Desa Bulung, Kecamatan Klampis, yang bertugas sebagai eksekutor.

Sedangkan 6 pelaku lainnya adalah TM (35), S (55), S (41), AR (45), MEH (23) dan J (52). Mereka dipanggil untuk terlibat dalam insiden berdarah itu. Demikian disampaikan Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono.

“Untuk pelaku utama G, dua pelaku kami ambil dari TKP, dan sisanya kami selamatkan di rumah G,” kata Wiwit dikutip dari beritajatim.com, jaringan media, Pahami.id, Kamis (13). /4/2023).

Wiwit mengatakan, G diamankan di jalan raya setelah H+1 kejadian penusukan. Selain itu, diketahui G merupakan kakak dari R yang merupakan Calon Kepala Desa (Bacakades) Bator yang lolos verifikasi.

“Adik laki-lakinya adalah calon kepala desa sedangkan korban adalah pendukung saingan pemilihan saudara perempuannya. Jadi motifnya bukan untuk bersaing dengan adik laki-lakinya,” tambahnya.

Sebelumnya, peristiwa penusukan terjadi saat DPMD memanggil salah satu calon kepala desa yang tidak bisa dikonfirmasi, bernama Imin. Belakangan, Imin dan pendukungnya datang ke kantor DPMD. Namun sesampainya di lokasi, suporter lawan yakni suporter R sudah menunggu di lokasi.

Imin dan pendukungnya kemudian mendatangi Polres Bangkalan untuk meminta pengawalan dan kembali ke kantor DPMD. Sementara dua pendukung Imin, yakni Mayyis (52) dan Amil (55) menunggu di depan kantor DPMD, kemudian dihadang mobil yang berisi pelaku G.

“Pelaku G kemudian menggedor pintu mobil korban dan saat korban keluar terjadilah penusukan,” ujarnya seraya menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi pelakunya.