Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kamu tahu tidak sih, kalau Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha terbesar di Indonesia? Kerajaan yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan ini terkenal akan letaknya yang strategis, sehingga menjadi pusat perdagangan Internasional pada masanya. Bukti-bukti kebesarannya terbukti melalui beberapa peninggalan berupa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Berikut ini prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang wajib kamu tahu. Yuk, simak baik-baik!

Prasasti Talang Tuo

Yang pertama adalah Prasasti Talang Tuo. Prasasti ini berisi tentang perkembangan ajaran agama Buddha di Sriwijaya. Pada prasasti tertulis bahwa Raja Dapunta Hyang Sri sangat taat dalam menjalani ajaran Buddha. Para ahli memperkirakan prasasti Talang Tuo ini berasal dari era Sri Jayasana karena terdapat tulisan tahun 606 saka.

Prasasti Kedukan Bukit

Yang kedua adalah Prasasti Kedukan Bukit. Prasasti yang berlokasi asal di Kampung Kedukan Bukit ini bercerita tentang awal Kerajaan Sriwijaya berdiri. Tulisan yang ada pada prasasti ini merupakan aksara Pallawa dengan Bahasa Melayu Kuno.

Prasasti Telaga Batu

Selanjutnya ada Prasasti Telaga Batu. Pada tahun 1935, para ahli sejarah menemukan dua prasasti Telaga Batu di sekitar wilayah Telaga Biru. Prasasti yang terbuat dari batu andesit ini bercerita tentang kutukan-kutukan yang ditujukan untuk orang yang berniat jahat terhadap Kerajaan Sriwijaya.

Prasasti Karang Berahi

Hampir sama seperti prasasti sebelumnya, Prasasti Karang Berahi juga mengisahkan tentang kutukan terhadap orang yang berniat jahat dan tidak mematuhi ajaran Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini ditemukan pada abad ke-7 M di Desa Karang Berahi, Jambi.

Prasasti Kota kapur

Setelah itu, terdapat prasasti berisi kutukan lain, yaitu Prasasti Kota Kapur. Prasasti yang berbentuk tiang ini merupakan prasasti tertua yang menggunakan Bahasa Melayu.

Prasasti Palas Pasemah

Selain prasasti-prasasti di atas, Prasasti Palas Pasemah juga mengisahkan tentang kutukan. Naskah yang tertulis dalam prasasti ini menggunakan Bahasa Melayu Kuno dan aksara Pallawa. 

Prasasti Hujung Langit

Kemudian, ada Prasasti Hujung Langit. Sama seperti Prasasti Palas Pasemah, prasasti ini juga ditulis menggunakan Bahasa Melayu Kuno dan aksara Pallawa.

Prasasti Ligor

Peninggalan prasasti dari Kerajaan Sriwijaya tidak hanya ada di dalam Indonesia saja, lho. Terdapat beberapa prasasti yang ditemukan di luar wilayah Nusantara. Salah satu contohnya adalah Prasasti Ligor. Prasasti yang berasal dari Ligor, Thailand ini memiliki dua bagian, yaitu Prasasti Ligor A dan B. Kedua prasasti ini mengisahkan tentang kekuatan raja-raja Sriwijaya.

Prasasti Leiden

Dan yang terakhir, ada Prasasti Leiden. Sesuai dengan namanya, prasasti ini berada di Leiden, Belanda. Prasasti Leiden bercerita tentang hubungan baik yang terjalin antara Dinasti Chola dari Tamil dan Dinasti Syailendra dari Sriwijaya.

Mulai dari prasasti yang berada di dalam negeri, hingga di luar negeri, itulah beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Cukup banyak bukan bukti kebesaran kerajaan ini?