Jakarta, Pahami.id –
Pak Zulfa Mustofa mengaku tak ingin ikut terlibat konflik masa lalu usai resmi dilantik menjadi Ketua Umum Tanfidziyah Nyonya Menggantikan Kh Yahya Cholil Staqu atau Gus Yahya yang sudah bebas.
Zulfa dilantik menjadi Ketua Umum PBNU berdasarkan rapat paripurna yang diprakarsai PBNU Syuria di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) sore.
Dalam jumpa pers menjelang Midnight, Zulfa mengaku ingin menjadi solusi bagi masa depan Nu.
“Saya juga sampaikan bahwa saya tidak ingin menjadi bagian dari konflik masa lalu, namun saya ingin menjadi solusi jam’iyah ini ke depan,” kata Zulfa dalam keterangan pertamanya usai pelantikan.
Ia mengatakan, posisinya saat ini merupakan sebuah kehormatan di satu sisi, namun juga merupakan kepercayaan besar di sisi lain.
Zulfa mengaku bertekad memimpin organisasi NU selama sisa masa kepengurusan hingga tahun 2026.
Keponakan eks PBNU Rais Aam yang juga Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin ini mengaku akan mengemban tugas berat.
Pertama, ia mengaku ingin menormalisasi roda organisasi hingga Kongres. Ia pun mengajak seluruh pengurus PBNU dan jemaah NU untuk kembali bersatu.
“Mari kita berkumpul kembali di rumah besar kita, karena sudah lama masyarakat NU sedih dengan ketidakpastian ini,” ujarnya.
Zulfa berjanji akan menjalankan sisa kepemimpinan PBNU dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin, setulus mungkin, dan sesopan mungkin. Menurutnya, Tanfidziyah adalah Santri.
Ia mengaku tidak punya siapa-siapa, dan hanya berstatus murid Rais Aam dan Syuria Pbnu.
“Saya berjanji, amanah ini akan saya laksanakan secepatnya, sebersih-bersihnya, ikhlasnya, dan sebaik-baiknya menjaga kesusilaan sebagai santri,” kata Zulfa.
(Thr/Anak)

