Jakarta, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menegaskan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk memperbaiki “kesalahan para pemimpin dunia di masa lalu”.
Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Rubio mengatakan bahwa Washington siap melakukannya sendiri, namun tetap akan memprioritaskan dukungan dari sekutu Eropa.
“Amerika Serikat dan Eropa, kita ditakdirkan untuk bersama,” kata Rubio di hadapan para diplomat dunia, Sabtu (14/2), seperti diberitakan Al JazeeraSabtu (14/2).
Rubio menekankan bahwa hubungan antara AS dan Eropa lebih dari sekadar aliansi politik, melainkan ikatan peradaban yang mendalam.
“Kita adalah bagian dari satu peradaban, yaitu peradaban Barat. Kita terikat oleh ikatan terdalam yang dapat dimiliki antar bangsa, yang dijalin oleh sejarah bersama selama berabad-abad, iman Kristiani, budaya, warisan, bahasa, keturunan, serta pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang kita bersama,” tegasnya.
Selain menekankan aliansi Barat, Rubio melontarkan kritik pedas terhadap efektivitas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis global. Menurutnya, institusi global saat ini memerlukan reformasi yang komprehensif.
Rubio mengkritik PBB, yang menurutnya hampir tidak berperan dalam menyelesaikan konflik-konflik besar saat ini. Rubio juga menilai PBB tidak mampu memberikan jawaban atau solusi atas perang di Gaza.
“Tapi kita tidak bisa mengabaikan hal itu, saat ini, PBB tidak punya jawaban dan tidak memainkan peran dalam masalah paling mendesak yang kita hadapi. PBB tidak mampu menyelesaikan perang di Gaza,” kata Rubio.
Meskipun ia mengakui PBB memiliki potensi besar sebagai instrumen demi kebaikan dunia, Rubio menegaskan kegagalannya saat ini tidak dapat diabaikan.
(Wow)

