Berita Iran Jadi Target AS karena Halangi Terwujudnya Israel Raya

by
Berita Iran Jadi Target AS karena Halangi Terwujudnya Israel Raya


Jakarta, Pahami.id

Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Ali Damoush, menekankan permusuhan sengit Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran bukan sekadar kompetisi politik biasa.

Menurutnya, Iran adalah satu-satunya kekuatan yang secara konsisten menghalangi ambisi ekspansionis rezim Tel Aviv, termasuk rencana pembentukan “Israel Raya”.

Menurut laporan kantor berita IRNA dari Berita Uni Pada Sabtu (14/2), Damoush mengatakan identitas Islam dan karakter revolusioner Teheran menjadi alasan utama mengapa negara tersebut terus menjadi sasaran agresi Barat dan Israel.


Ali Damoush mengungkapkan, Iran kini berdiri sebagai pilar utama di Indonesia Sumbu Perlawanan (Poros Perlawanan). Keteguhan Iran dalam menentang pendudukan Israel di Timur Tengah dianggap sebagai ancaman nyata terhadap skema dominasi teritorial rezim tersebut.

Hizbullah mengatakan Iran menjadi sasaran karena Iran adalah satu-satunya negara yang tetap berada di garis depan perlawanan terhadap Israel.

Damoush menilai, rencana agresi militer terhadap Iran saat ini sebenarnya lebih mengutamakan kepentingan keamanan Israel dibandingkan kepentingan nasional Amerika Serikat sendiri.

Tak hanya itu, Tel Aviv disinyalir berupaya keras menggagalkan proses perundingan antara Teheran dan Washington demi menciptakan alasan untuk memicu konflik bersenjata di kawasan.

Menurut Damoush, ambisi Israel untuk mendominasi kawasan secara geografis dan politik yang sering disebut sebagai proyek “Israel Raya” hanya dapat terwujud jika Iran dan sekutu regionalnya disingkirkan. Namun, kehadiran Sumbu Perlawanan dikatakan berhasil mengalahkan upaya ekspansi ini.

“Republik Islam Iran dan kelompok oposisi berdiri teguh dalam mencegah dominasi rezim Israel di kawasan,” tegasnya.

Di sisi lain, Damoush menegaskan perlawanan bersenjata merupakan sumber kekuatan dan pencegahan utama Lebanon terhadap ancaman Israel selama tiga dekade terakhir. Ia menyatakan, hak berperang merupakan sesuatu yang sah dan tidak dapat ditarik kembali oleh pihak manapun.

“Perlawanan adalah simbol martabat dan kebanggaan Lebanon. Rakyat kami tidak akan menyerah dan tetap bertekad untuk mendapatkan hak penuh mereka,” tambahnya.

Ia pun memuji ketabahan masyarakat Iran yang dinilai banyak berkorban untuk mempertahankan prinsip perlawanan. Baginya, prestasi yang diraih poros ini merupakan hasil dedikasi panjang dalam menjaga kedaulatan kawasan dari campur tangan asing.

(Wow)