Jakarta, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri CinaWang Yi menekankan kepada diplomat Perancis dan Jerman bahwa Beijing bukanlah penyebab masalah ekonomi dan keamanan yang dihadapi Eropa. Hal tersebut disampaikan Wang Yi dalam rangkaian pertemuan di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada Jumat (13/2).
Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Sabtu (14/2), Wang Yi mendorong penguatan kerja sama di saat Uni Eropa (UE) berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap Tiongkok sembari menghadapi ketidakpastian kebijakan dari Amerika Serikat.
Pesan tersebut disampaikan Wang Yi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dan perwakilan Jerman Johann Wadephul. Ia mempromosikan Tiongkok sebagai mitra terpercaya bagi Uni Eropa.
“Perkembangan Tiongkok merupakan peluang bagi Eropa, dan tantangan yang dihadapi Eropa tidak datang dari Tiongkok,” tegas Wang Yi, seperti diberitakan AFP.
Di tengah meningkatnya sentimen proteksionisme perdagangan global, Wang berharap Eropa dapat menerapkan kebijakan yang lebih rasional dan pragmatis terhadap negaranya.
“Kedua belah pihak adalah mitra, bukan musuh. Saling ketergantungan bukanlah suatu risiko, dan kerja sama terbuka tidak akan membahayakan keamanan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut terjadi di tengah ketegangan perdagangan dan perselisihan mengenai dukungan Tiongkok terhadap Rusia dalam perang di Ukraina. Uni Eropa saat ini berupaya mengurangi ketergantungan terutama pada barang-barang strategis seperti logam tanah jarang.
Uni Eropa juga berupaya menyeimbangkan defisit perdagangan untuk mengatasi besarnya defisit perdagangan dengan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Pertemuan tersebut juga membahas masalah subsidi kendaraan listrik Tiongkok yang dianggap mengancam industri otomotif Eropa, serta tarif balasan Tiongkok terhadap produk-produk Uni Eropa mulai dari keju hingga cognac.
Selain bertemu dengan delegasi UE, Wang Yi juga berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper untuk menjajaki potensi kerja sama lebih lanjut, termasuk membahas situasi di Ukraina dan Iran.
Di sisi lain, Wang Yi juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai bagian dari persiapan kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada April 2026.
Wang menyerukan agar tahun 2026 menjadi tahun di mana Tiongkok dan Amerika bergerak menuju sikap saling menghormati. Menurut laporan kantor berita Xinhuakedua belah pihak sepakat untuk memperkuat dialog demi stabilitas hubungan menjelang pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump.
Optimisme terhadap perbaikan hubungan AS-Tiongkok telah membantu memperkuat nilai tukar yuan di pasar luar negeri pada bulan ini, karena pasar keuangan mengharapkan stabilitas yang lebih baik antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.
(wiw/wiw)

