Kemenkumham Jatim Selidiki Kasus Pengerusakan Puspa Agro Oleh Pengungsi, Pelaku Diduga 30 Orang – Berita Jatim

by
Heboh Rusun Jemundo Sidoarjo Porak-poranda Gegara Pengungsi Ngamuk, Berikut Fakta-Faktanya

Pahami.id – Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur sedang menyelidiki kerusakan fasilitas Puspa Agro yang diduga dilakukan oleh pengungsi.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Herdaus mengatakan, penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui siapa dan apa motif sebenarnya perusakan Puspa Agro.

“Kami sedang berkomunikasi dan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus perusakan sarana dan prasarana di shelter Puspa Agro yang diduga dilakukan oleh pengungsi,” kata Herdaus dalam keterangan resmi, Senin (12/11/2023). ).

Dijelaskannya, kronologisnya bermula dari terputusnya pasokan listrik oleh PLN mulai Jumat (8/2/2023) pukul 01.30 WIB. Pemadaman tersebut disebabkan adanya kebakaran di gudang perusahaan pasar yang terletak di sisi kiri kawasan Pasar Petani Puspa, Sidoarjo.

“Pada hari Jumat sore, para pengungsi melakukan protes terhadap pengelolaan Aparna Puspa Agro karena pasokan listrik padam dan dianggap mengganggu aktivitas para pengungsi yang ditampung di Aparna Puspa Agro, sehingga pihak manajemen berusaha memulihkannya secara cepat dan tepat dengan menyewa sebuah rumah. generator. ,” kata Herdaus.

Pemadaman berlangsung hingga malam hari, saat genset tiba di shelter Aparna Puspa Agro. Selanjutnya petugas melakukan pemasangan dan pemasangan untuk menyuplai listrik ke shelter.

“Sekitar satu jam setelah genset diaktifkan, ternyata kami mendapat informasi dari PLN bahwa pasokan listrik menyala dan dapat digunakan, sehingga pemasangan dan pemasangan genset dihentikan dan proses penyambungan kembali menggunakan listrik PLN,” dia menjelaskan. .

Namun sekitar pukul 19.15 WIB, ada beberapa pengungsi yang merusak sarana dan prasarana di Puspa Agro.

Informasi yang kami terima, ada sekitar 30 orang pengungsi yang melakukan aksi vandalisme dengan cara melempar kaca ke shelter Aparna Puspa Agro, jelas Herdaus.

Peristiwa itu terjadi sekitar 15 menit. Perampok berhenti setelah pasokan listrik di tempat penampungan kembali normal.

“Para pengungsi yang melakukan pemusnahan bersembunyi,” kata Herdaus.

Herdaus sangat menyayangkan kejadian ini. Menurut dia, aksi perusakan ini akan dijadikan dasar penilaiannya. Untuk itu, pihaknya telah menjadwalkan pertemuan dengan para pemangku kepentingan termasuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada hari ini.

“Jika dilihat secara kronologis, hal ini dapat dikategorikan sebagai sikap/perilaku pengungsi yang tidak tepat, akan ada evaluasi dan pembinaan sebagai bentuk pertanggungjawabannya,” tegas Herdaus.

Kontributor: Dimas Angga Perkasa