Peninggalan Kesultanan Malaka

by
Masjid Agung Deli yang berada di Medan merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Malaka.

Kerajaan Malaka atau Melaka merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam di Indonesia. Berbeda dengan kerajaan-kerajaan lainnya, Kesultanan Malaka terletak di wilayah Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, peninggalan Kesultanan Malaka ini tersebar di sekitar dua negara Melayu ini.

Penasaran dengan apa saja peninggalan Kesultanan Malaka yang terdapat di Indonesia dan Malaysia ini? Yuk, simak penjelasan ini baik-baik!

Masjid Agung Deli

Peninggalan Kesultanan Malaka yang pertama adalah Masjid Agung Deli. Masjid yang terletak di Kota Medan, Sumatera Utara ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alam, yaitu pada sekitar tahun 1909. Peninggalan Kesultanan Malaka yang satu ini berada di dalam satu komplek dengan Istana Maimun.

Beliau sengaja untuk mendirikan masjid dengan bangunan yang sangat megah. Bangunan masjid yang bisa kita kenal dengan nama Masjid Raya Medan ini memiliki ciri arsitektur Timur Tengah, India, dan Spanyol. Masjid dengan bentuk segi delapan ini memiliki 4 bagian, yaitu sayap selatan, utara, timur, dan barat.

Masjid Johor Bahru

Setelah itu, masjid lain yang juga merupakan Kesultanan Malaka adalah Masjid Johor Bahru. Peninggalan ini merupakan peninggalan Malaka yang terletak di Johor Bahru.

Masjid Johor Bahru atau yang bernama resmi Masjid Sultan Abu Bakar ini berusia lebih dari 100 tahun, lho. Oleh karena itu, masjid ini menjadi masjid tertua di Johor Bahru, Malaysia.

Bangunan masjid ini cukup luas dan megah. Bentuknya seperti istana dengan nuansa putih dan emas. Meskipun telah berusia tua, kondisi masjid ini masih sangat terawat.

Benteng A’Famosa

Selain tempat ibadah, Kesultanan Malaka juga mewariskan peninggalan berupa benteng yang bernama Benteng A’Famosa. Sama seperti peninggalan sebelumnya, benteng ini juga terletak di Malaysia, tepatnya di Kota Melaka. Pembangunan benteng ini dilakukan oleh Alfonso de Albuquerque ketika sedang melakukan invasi ke Kerajaan Malaka.

Pada masa itu, benteng ini berfungsi sebagai tempat pertahanan, pusat administrasi, serta rumah sakit. Saat ini, bangunan benteng yang tersisa hanyalah bagian gerbangnya saja.

Nah, itulah beberapa peninggalan Kesultanan Malaka yang berada di Indonesia dan Malaysia. Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi bukti keberadaan kesultanan Melayu ini.