Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang Venezuela lagi jika pemerintah Caracas menolak bekerja sama dengan Washington.
Dalam pernyataan di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan AS sudah mempunyai rencana melancarkan serangan kedua ke Venezuela. Hal ini bisa dilakukan jika Caracas tidak bertindak bijak terhadap Washington.
“Jika mereka tidak berperilaku, kami akan melancarkan serangan kedua,” kata Trump seperti dikutip Minggu (4/1). Al Jazeera.
Trump juga mengindikasikan bahwa Kolombia dan Kuba berada dalam radarnya. Ia memberi isyarat bahwa AS tidak akan segan-segan menyerang kedua negara tersebut jika aliran narkoba di negara tersebut tidak segera dihentikan.
“Operasi Kolombia kedengarannya menarik,” kata Trump seperti dikutip Reuters.
AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. Dalam operasi tersebut, pasukan elit AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores.
Maduro dan istrinya diterbangkan ke New York untuk menghadiri persidangan atas tuduhan narkotika-terorisme yang akan digelar pada Senin (5/1) siang.
Berbagai negara mengecam tindakan AS tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Wakil Presiden Venezuela yang kini menjabat Presiden sementara, Delcy Rodriguez, mengatakan pada hari Minggu bahwa negaranya siap bekerja sama dengan AS. Dia mengundang Washington untuk bekerja sama dalam agenda bersama yang berorientasi pada pembangunan.
“Kami mengundang pemerintah AS untuk bekerja sama dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional untuk memperkuat hidup berdampingan secara damai dan berkelanjutan,” kata Rodriguez dalam pernyataan yang diposting di Instagram.
Beliau menekankan bahwa Venezuela mengutamakan terwujudnya hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati dengan Amerika Serikat, serta dengan negara-negara lain di kawasan berdasarkan kesetaraan kedaulatan dan prinsip non-intervensi.
(blq/baca)

