Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela sekarang aman.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan pada Senin (5/1), 37 WNI di sana dalam kondisi baik.
Berdasarkan pantauan KBRI Caracas pada hari ini, 5 Januari, KBRI memastikan seluruh 37 WNI yang berada di Venezuela dalam keadaan selamat, kata Yvonne dalam keterangan video, Senin (5/1).
Meski begitu, Yvonne mengatakan masih terjadi pemadaman jaringan dan pemadaman listrik di ibu kota Caracas.
Meski demikian, menurut KBRI Caracas, situasi keamanan dan aktivitas sosial di ibu kota mulai kondusif dan menunjukkan perbaikan.
Supermarket sudah beroperasi kembali dan tidak ada fenomena panik membeli yang terlihat di kalangan warga. Stasiun pengisian bahan bakar juga sudah dibuka dan mobilitas kendaraan di jalan-jalan utama mulai terlihat normal, kata Yvonne.
Yvonne mengatakan Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama KBRI Caracas memiliki rencana darurat terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan dilaksanakan jika diperlukan.
Pemerintah Indonesia kini mengimbau WNI di Venezuela untuk tetap waspada.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Venezuela, termasuk Caracas, Sabtu dini hari (3/1). Sedikitnya 80 orang tewas dalam serangan tersebut.
Pasukan elit Delta Force AS juga menahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi tersebut. Keduanya diterbangkan ke New York untuk menghadiri persidangan atas tuduhan narko-terorisme, yang dijadwalkan berlangsung di pengadilan federal pada Senin pukul 12.00 waktu setempat.
Berbagai negara di dunia mengutuk tindakan AS terhadap Venezuela dan Maduro. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan situasi saat ini di Caracas merupakan preseden berbahaya, dan mendesak AS untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB.
(blq/baca)

