Berita RI Mengadu ke Inggris soal Israel: Perlu Gencatan Senjata Permanen

by

Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan gencatan senjata permanen diperlukan karena invasi tersebut Israel di Gaza sudah melewati batas.

Pernyataan tersebut disampaikan Retno dan sejumlah menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron di London pada Rabu (22/11). Kunjungan tersebut merupakan upaya menggalang dukungan anggota tetap Dewan Keamanan PBB terkait krisis di Gaza.

“Saya katakan apa yang terjadi di Gaza sudah melewati batas dan sama sekali tidak dapat diterima dari sudut pandang apapun, dan dari nilai atau standar apapun,” kata Retno saat konferensi pers virtual, Kamis.


“Oleh karena itu, kekejaman harus segera dihentikan. Gencatan senjata tetap diperlukan, dan penghentian serangan terhadap fasilitas kemanusiaan dan penduduk sipil.”

Retno juga mengatakan, apa yang terjadi di Gaza bukan hanya terjadi saat ini, namun merupakan kelanjutan dari pendudukan ilegal dan keinginan Israel untuk melenyapkan Palestina.

Ia kemudian mengkritik Israel yang menggunakan alasan membela diri saat menginvasi Palestina.

“Membela diri tidak berarti izin untuk membunuh warga sipil,” katanya.

Retno juga mengatakan, nilai-nilai yang sering diungkapkan negara-negara Barat mengenai penghormatan terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional juga perlu diterapkan pada Palestina.

Indonesia berharap Inggris memihak perjuangan keadilan dan kemanusiaan, ujarnya.

Indonesia kemudian mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menunjukkan tanggung jawab moral untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Israel dan milisi Palestina, Hamas, menyetujui gencatan senjata empat hari yang ditengahi oleh Qatar pada hari Rabu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari mengatakan gencatan senjata akan dilakukan pada Jumat (24/11) pukul 07.00 waktu setempat atau sekitar pukul 15.00 WIB seperti dikutip CNN.

Perjanjian tersebut mencakup pertukaran sandera di Israel dan Gaza. Dari Gaza, sebanyak 50 perempuan dan anak-anak disandera, sedangkan dari Israel sebanyak 150 warga Palestina akan dibebaskan.

Perjanjian tersebut juga mencakup kemungkinan mengirimkan sejumlah besar bantuan kemanusiaan termasuk bahan bakar ke Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata dicapai setelah lebih dari sebulan agresi Israel terhadap Palestina.

Selama invasi, mereka menyerang warga dan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit. Akibat serangan itu, lebih dari 14.000 orang di Palestina tewas.

(tersedia/bmw)

[Gambas:Video CNN]

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);