Jakarta, Pahami.id –
Draf Draf Draf Draf Draft Indonesia (RI) Indonesia (RI) mulai menarik perhatian reporter khusus PBB (Grb).
Wartawan PBB dan aktivis hak asasi manusia Mary Lawlor menyatakan bahwa dalam akun X -nya tentang keprihatinannya tentang ratifikasi undang -undang TNI yang ia pertimbangkan untuk memulihkan fungsi TNI di Indonesia seperti era baru pesanan.
“Mengetahui berita yang mengganggu laporan kontras LSM terkait dengan advokasi reformasi hukum yang memperluas peran militer dalam urusan domestik“Tulis Lawlor di Akun X.
“Indonesia harus menjamin bahwa masyarakat sipil dan perlindungan hak asasi manusia dapat menyuarakan keprihatinan mereka tanpa larangan“Lawlor melanjutkan.
Pahami.id telah meminta izin untuk mengutip pernyataan Lawlor di media sosial.
Verifikasi Bill of TNI telah memicu konflik yang kuat di antara publik di Indonesia. Keputusan parlemen Indonesia untuk mengesahkan RUU yang memicu demonstrasi siswa di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia.
Demonstrasi juga menjadi fokus beberapa media asing.
Media Malaysia bernama, dalam sebuah artikel berjudul “Tinjauan Hukum Militer yang Disetujui Indonesia di tengah protes” menyebutkan pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kompleks Parlemen Jakarta di depan tinjauan hukum oleh House of Republik Republik Indonesia (DPR RI).
Media Australia, ABC NetJuga melaporkan demonstrasi siswa ini dalam sebuah artikel berjudul “Amandemen hukum memicu ketakutan untuk kembali ke supremasi militer di Indonesia sebagai ratusan protes hingga parlemen”.
Media Arab Saudi, Arab News, juga melaporkan tindakan ini dalam sebuah artikel berjudul “Siswa Indonesia memimpin protes secara nasional terhadap undang -undang militer yang kontroversial”.
Arab News menekankan ratusan protes siswa karena tinjauan hukum TNI dianggap mengancam demokrasi.
Sementara itu, sebuah demonstrasi yang menolak undang -undang diadakan hari ini di sekitar Gedung Parlemen Indonesia di Jakarta.
Pemantauan Cnnindonesia.comMassa aksi di lokasi adalah tentang lusinan orang setiap 16.00 WIB. Mereka berdiri dalam lingkaran di depan kompleks MPR, mereka memilih pidato mereka untuk menyampaikan pandangan mereka.
Demonstrasi terjadi dengan damai, massa tindakan memegang mimbar bebas di depan kompleks MPR, mereka juga datang tanpa mobil.
(BAC)