Berita Pilkada Langsung Bikin Kepala Daerah Terikat Komitmen Proyek

by
Berita Pilkada Langsung Bikin Kepala Daerah Terikat Komitmen Proyek


Jakarta, Pahami.id

Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai DemokratDede Yusuf membeberkan beberapa dampak negatif dari sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang berlaku selama ini.

Setelah menolak usulan pilkada tidak langsung, Partai Demokrat kini berbalik arah dan mendukung usulan tersebut bersama pemerintah.

Dede mengatakan pihaknya banyak mendapat masukan dari pimpinan daerah partainya. Secara umum, kata dia, pilkada langsung membutuhkan biaya tinggi sehingga membuat pemimpin daerah terikat pada donor dan komitmen proyek.


Faktanya, rata-rata pemilukada terbuka itu mahal. Dan dampaknya juga terikat pada kontributor atau komitmen proyek, kata Dede saat dihubungi, Kamis (8/1).

“Kemudian juga berdampak pada meluasnya penyalahgunaan anggaran, yang pada akhirnya berujung pada berurusan dengan penegak hukum,” imbuhnya.

Selain itu, pelaksanaan pilkada langsung juga berarti calon bupati diukur bukan dari kapasitasnya, melainkan dari isi tasnya. Situasi itu, kata dia, selama ini menghambat kader partai yang punya kapasitas.

Di sisi lain, menurut Dede, pelaksanaan pilkada tidak langsung tidak secara langsung melanggar UUD 1945 karena tetap memenuhi prinsip demokrasi.

Oleh karena itu, Demokrat mendukung keputusan Presiden terkait pilkada. Dengan masukan untuk memperkuat pengawasan lembaga seperti Bawaslu dan juga memberikan pengawasan partisipatif oleh masyarakat, ujarnya.

Kini, ada enam fraksi di DPR yang tegas menyatakan dukungannya terhadap usulan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PAN, dan Demokrat. Demokrat baru saja membelot dengan mulai menolak usulan pilkada melalui DPRD.

Sementara PKS berupaya mengambil jalan tengah agar pilkada melalui DPRD hanya terjadi di tingkat kabupaten, sedangkan gubernur dan wali kota tetap dipilih secara langsung.

Praktis hanya Fraksi PDIP – satu-satunya partai di parlemen di luar koalisi pemerintah – yang sejauh ini menyatakan penolakan keras terhadap usulan pilkada melalui DPRD.

(Kamis/Senin)