Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri Rusia meminta Amerika Serikat bersikap manusiawi terhadap warga Negara Beruang Merah di atas kapal yang mereka sita, Marinera, pada Rabu (7/1).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan pemerintah memantau secara ketat pasukan AS yang menaiki kapal tersebut.
“Mempertimbangkan laporan bahwa ada warga negara Rusia di antara awak pesawat, kami menuntut pihak Amerika memastikan perlakuan yang tepat dan manusiawi terhadap mereka,” kata Zakharova, Rabu (7/1), dikutip TASS.
Ia juga meminta AS menghormati hak dan kewajiban warga Rusia di kapal tersebut.
“Dan hal itu tidak menghalangi mereka untuk kembali ke tanah air secepatnya,” tambah juru bicara tersebut.
Sementara itu, anggota parlemen Rusia Leonid Slutsky menyebut tindakan AS menyita kapal Marinera sebagai “pembajakan abad ke-21”.
Militer AS mengonfirmasi telah menyita kapal tanker berbendera Rusia pada hari Rabu.
Gedung Putih mengatakan kapal itu membawa minyak resmi. Mereka juga memperingatkan bahwa awak kapal bisa menghadapi tindakan hukum di AS.
AS menjatuhkan sanksi kepada Marinera karena beroperasi dalam “armada bayangan” kapal tanker yang mengangkut minyak ilegal pada tahun 2024, mengutip CNN.
Bulan lalu, militer AS mencoba mencegat sebuah kapal di dekat Venezuela tetapi tidak berhasil menaikinya. Kapal kemudian melarikan diri.
Rusia kemudian mengajukan nota diplomatik yang meminta AS untuk berhenti mengejarnya setelah kapal tersebut muncul dalam daftar resmi kapal Rusia. Awalnya kapal tersebut diberi nama Bella 1, setelah proses ini namanya diubah menjadi Marinera.
(isa/rds)

