Jakarta, Pahami.id —
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membongkar tiang tersebut monorel berhenti di jalan HR Rasuna Said pada Rabu (14/1) pekan depan.
Jadi minggu depan rencananya kita mulai. Insya Allah Rabu kalau tidak berubah, kata Kepala Dinas Pembangunan Jalan DKI Jakarta Heru Suwondo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/1).
Heru mengaku siap melakukan pembongkaran karena semua syarat sudah terpenuhi. Dia menjelaskan, penataan akan dipusatkan di sisi timur Rasuna Said yang terhalang keberadaan tiang monorel.
Makanya kita persiapkan jalan, di sisi timur Jalan Rasuna Said akan kita tata jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar, kata Heru.
Pasca pembongkaran tiang monorel, Pemda DKI berencana segera menata kembali jalur pejalan kaki dan jalan di sisi timur Rasuna Said.
Ke depan, pemisahan antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan.
“Jalan yang tadinya ada monorelnya kita hilangkan, jadikan jalan. Jalur lambatnya hanya satu, yang sebelumnya ada dua. Jadi kita buat tata letak jalan yang sama seperti Rasuna Said di sisi barat, yang satu jalur Busway, tiga jalur normal. Jadi sisi timurnya kita buat sama,” ucapnya.
Heru mengatakan, ada 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar. Dia menegaskan, tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran karena pembongkaran hanya akan menempuh jalur lambat.
“Agak terganggu karena kami menggunakan jalur lambat, tapi semua jalur cepat dibuka penuh, tidak masalah,” ujarnya.
Proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
“Pembongkaran akan kami usahakan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggunya,” ujarnya.
(nat/isn)

