Jakarta, Pahami.id —
Pemimpin sementara VenezuelaDelcy Rodriguez, membenarkan “tidak ada agen asing” di Venezuela setelah penculikan tersebut Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat.
Rodriguez, yang menjabat sebagai wakil presiden Maduro sebelum penculikan itu, menyampaikan pernyataannya dalam sebuah program televisi pada Selasa (6/1).
Pernyataan itu muncul sehari setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mengaku tidak bersalah di pengadilan New York atas tuduhan konspirasi penyelundupan narkoba.
“Pemerintah Venezuela berkuasa di negara kami, dan tidak ada partai lain. Tidak ada agen asing yang memerintah Venezuela,” kata Rodriguez seperti dikutip Al Jazeera.
Sementara itu, Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, menyerukan agar Maduro dan istrinya segera dibebaskan.
“Operasi militer ini, tanpa deklarasi perang atau resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merupakan tindakan agresi bersenjata ilegal yang bersifat teroris,” kata Saab.
Pernyataan ini disampaikan di tengah dampak operasi militer Sabtu lalu yang menewaskan puluhan orang. Serangan itu dikutuk secara luas sebagai pelanggaran hukum internasional.
Pada hari Selasa, Venezuela merilis daftar 24 tentara yang tewas dalam serangan menjelang fajar. Kuba juga mengumumkan bahwa 32 tentaranya tewas. Rodriguez mengumumkan masa berkabung selama tujuh hari untuk memperingati tentara yang gugur.
Sejak penangkapan Maduro di kediamannya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum memberikan penjelasan rinci mengenai arah kebijakannya terhadap Venezuela.
Trump sempat menyatakan bahwa AS akan mengurus Venezuela, namun pernyataan tersebut kemudian dikoreksi oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio keesokan harinya.
Rubio menjelaskan bahwa AS hanya akan memandu arah pemerintah Venezuela, dan menggunakan sanksi dan embargo untuk mendorong akses yang lebih besar terhadap sektor minyak negara tersebut.
(rnp/bac)

