
Jakarta, Pahami.id —
markas besar TNI buka suara terkait kehadiran tiga prajurit dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dalam program digitalisasi pendidikan 2019-2022 dengan terdakwa Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1).
Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan kehadiran tiga anggota TNI di ruang sidang tidak ada kaitannya dengan perkara yang disidangkan.
Ia mengatakan, kehadirannya semata-mata untuk menjalankan tugasnya sesuai aturan yang berlaku berdasarkan MoU antara TNI dan Kejaksaan.
Selain permintaan pengamanan Kejaksaan Agung kepada TNI, hal ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara Jaksa Agung Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Jaksa Agung RI, pada Pasal 4 huruf b perlindungan negara dilakukan oleh TNI, kata Aulia saat dihubungi, Selasa (6/1).
Dia menegaskan TNI tetap menghormati independensi peradilan, netral, profesional, dan tidak terlibat dalam proses hukum kasus ini.
Sebelumnya, kehadiran TNI di ruang sidang sempat menarik perhatian majelis hakim yang memeriksa dan mendengarkan kasus Nadiem.
Hakim menegur tiga prajurit TNI karena berdiri di depan kursi pengunjung sidang atau tepat di depan pintu kecil untuk keluar masuk pihak berperkara.
Peristiwa itu bermula saat pengacara Nadiem, Dodi Abdul Kadir membacakan keberatan atau pengecualian atas dakwaan jaksa.
Saat pengecualian itu hendak diteruskan ke tim kuasa hukum Nadiem lainnya, ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah menyela sidang.
“Sebelum melanjutkan, teman-teman TNI ini dari mana?” tanya hakim.
Hakim meminta prajurit TNI yang berada di ruang sidang mengatur posisi berdiri agar tidak mengganggu pekerjaan jurnalis dan pengunjung sidang lainnya.
“Mungkin bisa ambil posisi, jangan berdiri disana pak, karena akan mengganggu kamera. Sesuaikan pak, bisa mundur. Nanti kalau sudah tutup maju ke depan karena itu juga akan mengganggu yang dari belakang, bisa sesuaikan pak,” sambung hakim.
Ketiga prajurit TNI tersebut akhirnya mundur dan mengambil posisi di belakang dekat pintu masuk ruang sidang.
(yo/gil)
