Jakarta, Pahami.id —
Kekayaan sumber daya alam Venezueladari emas hingga mineral tanah jarang, adalah target utama Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, mereka menyerang negara Amerika Selatan.
Dalam beberapa hari terakhir, Washington menyampaikan alasan yang sama pentingnya, yaitu ketertarikannya terhadap sumber daya alam Venezuela.
Trump secara terbuka menyinggung kekayaan energi Venezuela, terutama minyak, dan mengklaim bahwa hak dan kewajiban perusahaan-perusahaan AS di bidang energi telah diambil alih oleh pemerintah Caracas.
“Anda ingat, mereka mengambil semua hak energi kami,” kata Trump, mengacu pada perselisihan lama Chavismo dengan Exxon Mobil, yang meninggalkan Venezuela pada tahun 2007, seperti dikutip Elpais.
“Mereka mengambil semua minyak kami, dan kami menginginkannya kembali,” tambahnya.
Namun dibalik minyak, Venezuela mempunyai cadangan sumber daya lain yang tak kalah strategisnya, yaitu cadangan gas yang besar, terbesar keenam di dunia.
Negara ini juga kaya akan bijih besi, bauksit, dan unsur tanah jarang seperti coltan dan thorium, bahan penting untuk industri teknologi modern, mulai dari telepon pintar dan kendaraan listrik hingga senjata dan energi terbarukan.
Ketika industri minyak runtuh pada tahun 2014-2015 dan krisis pangan dan medis melanda, pemerintahan Chavista fokus pada pertambangan di selatan Sungai Orinoco.
Pada tahun 2016, Maduro mendirikan Orinoco Mining Arc, sebuah kawasan strategis yang mencakup 12 persen wilayah negara tersebut.
Daerah ini menyimpan lebih dari 8.000 ton emas, serta berlian, nikel, coltan, dan mineral tanah jarang lainnya.
Arc Pertambangan Orinoco dikenal sebagai pusat kejahatan terorganisir, korupsi politik dan militer, penyelundupan transnasional, dan perusakan lingkungan berskala besar.
Penambangan bersifat ilegal dan tidak diatur, melibatkan aliansi erat perusahaan dengan elite kekuasaan serta kelompok bersenjata ilegal seperti ELN, sisa-sisa FARC, dan kelompok kriminal Tren de Aragua.
Pemerintah Venezuela menjalin kerja sama dengan Turki dan Afrika Selatan, namun sebagian besar emas dan mineral lainnya diselundupkan ke luar negeri, hanya sekitar 14 persen.
Pada tahun 2023, Venezuela menegaskan mineral strategisnya, termasuk tanah jarang, sebagai target industri teknologi global.
Investigasi Amazon Underworld mengungkapkan bahwa sebagian besar mineral tanah jarang dari wilayah Guyana sebenarnya diperdagangkan secara ilegal melalui Kolombia.
Situasi ini menjelaskan mengapa Venezuela tetap menjadi target kepentingan Washington.
Bagi Trump, Venezuela bukan sekadar soal politik atau ideologi, melainkan soal penguasaan “harta” energi dan mineral strategis yang punya nilai besar dalam peta persaingan global.
(membaca)

