Jakarta, Pahami.id –
Militer Sudan Mengklaim telah berhasil membaca Istana Presiden di Khartoum, dari Paramiliter Group of Rapid Support Team (RSF) pada hari Jumat (3/21) waktu setempat.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampaknya Angkatan Darat Sudan berada di kompleks Istana Presiden dengan menyebutkan Ramadhan -March atau 21.
Salah satu pejabat militer Sudan dengan pangkat kapten kemudian membuat pengumuman bahwa tentara sudah berada di kompleks.
Seorang ahli militer mengatakan bahwa paramiliter RSF telah kehilangan seorang pejuang elit dalam pertempuran untuk memperjuangkan istana presiden.
“Dengan masuknya militer ke istana presiden, yang berarti mengendalikan pusat kota Khartoum, milisi telah kehilangan pasukan elitnya,” kata ahli itu kepada AFP.
“Sekarang militer telah menghancurkan peralatan, membunuh beberapa tentara mereka, dan menebus salah satu pusat pasokan paling penting di Khartoum,” katanya.
Menanggapi perjuangan untuk istana presiden, RSF berjanji untuk “terus bertarung” tentara Sudan dari wilayah yang telah diambilnya.
Dalam pidatonya minggu lalu, komandan RSF Mohamed Hamdan Daglo Daglo bersumpah untuk melawan serangan militer.
Sementara itu, tentara Sudan sejak minggu lalu telah mengumumkan operasi untuk “membersihkan” pusat kota pejuang RSF yang masih hidup.
“Sisa militer RSF telah melarikan diri ke beberapa bangunan di pusat kota Khartoum,” kata seorang sumber dari tentara Sudan.
Juru bicara militer Sudan, Nabil, Abdallah bersumpah bahwa pasukannya akan “melanjutkan semua garis untuk kemenangan mutlak dan bahwa setiap inci negara itu dibersihkan dari militer RSF”.
Perjuangan untuk kekuatan antara para jenderal di Sudan dimulai pada 15 April 2023, karena sebagian besar daerah Khartoum jatuh ke dalam paramiliter RSF.
Hampir dua tahun sejak perjuangan kekuasaan, perang menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari 12 juta orang pindah, termasuk lebih dari setengah penduduk Khartoum Raya sebelum perang.
(DNA/DNA)