Berita Kirim Roket, Netanyahu Bakal Gempur Habis-habisan Lebanon Selatan

by


Jakarta, Pahami.id

Israel Melalui serangan udara Lebanon Selatan Hari ini, Sabtu (22/3), dengan imbalan serangan roket yang menargetkan wilayah utara negara itu.

Serangan itu sesuai dengan Perdana Menteri Komando Israel Benjamin Netanyahu yang mengarahkan serangan udara ke lusinan target di Lebanon yang diberi label sebagai “teroris”.

Israel sering menggunakan kisah -kisah teroris untuk merujuk ke militer di Lebanon, Hizbullah.


“[Militer] Saat ini menyerang target teroris Hizbullah di Lebanon Selatan. Itu berlanjut, “kata juru bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Avichay Adraee, mengutip Al Jazeera.

Serangan Israel ini terjadi setelah Lebanon diduga meluncurkan lima roket ke Israel Utara di pagi hari. Namun, sampai saat ini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket.

Pasukan Israel mengatakan roket berhasil diguncang dan menegaskan bahwa mereka akan merespons. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan tentara akan menanggapi serangan roket.

“Kami tidak akan mengizinkan serangan dari Lebanon ke komunitas Galilea,” kata Katz dalam sebuah pernyataan resmi, yang dikutip dari Afp.

Dia kemudian menekankan bahwa pemerintah Lebanon bertanggung jawab atas serangan dari wilayah mereka.

“Saya telah memerintah tentara untuk memberikan tanggapan yang tepat,” kata Katz.

Israel dan Hizbullah telah saling bertarung sejak pasukan Benjamin Netanyahu meluncurkan invasi ke Palestina pada Oktober 2023. Hizbullah mengklaim serangan mereka terhadap Israel sebagai bentuk persatuan terhadap Palestina.

Kemudian pada tanggal 27 November 2024, Israel dan Hizbullah setuju dengan gencatan senjata.

Salah satu perjanjian gencatan senjata adalah melarang Israel untuk melancarkan serangan terhadap Lebanon, sementara Lebanon harus mencegah kelompok -kelompok bersenjata termasuk Hizbullah menyerang Israel.

Tapi tidak satu minggu gencatan senjata, Israel berulang kali melanggar perjanjian.

(NIS/VWS)