Berita Iran Ikut Latihan Militer Rusia-China sampai Israel Gempur Gaza Lagi

by
Berita Iran Ikut Latihan Militer Rusia-China sampai Israel Gempur Gaza Lagi

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Serangan terbaru Israel di Jalur Gaza Palestina Ketika gencatan senjata kembali terjadi, hal tersebut memicu perhatian dunia, terutama mengenai prospek perdamaian di kawasan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga masih menjadi fokus pemberitaan internasional. Berikut berita internasional akhir pekan ini:


Serangan Udara Israel Tewaskan 28 Orang di Gaza

Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan serangan udara Israel pada Sabtu (31/1) telah menewaskan 28 orang di Gaza. Israel mengatakan serangan itu sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Hamas.

Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS memasuki tahap kedua awal bulan ini, kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut. Israel dan Hamas saling tuduh melanggar perjanjian gencatan senjata.

Pertumpahan darah terbaru terjadi setelah Israel mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan utama Rafah antara Gaza dan Mesir pada hari Minggu untuk “membatasi pergerakan orang”.

Ketegangan dengan AS, Iran ingin berpartisipasi dalam latihan perang dengan Rusia dan Tiongkok

Iran berencana menggelar latihan angkatan laut bersama China dan Rusia di wilayah utara Samudera Hindia pada pertengahan Februari.

Latihan tersebut akan diadakan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

mengutip Pemantau Timur Tengah, Latihan gabungan edisi kedelapan, yang dikenal sebagai “Sabuk Keamanan Maritim,” akan mempertemukan unit angkatan laut dari ketiga negara.

Bersama RI, 7 Negara Muslim Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata yang Dilakukan Israel

Tujuh negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia dan Turki, mengutuk keras serangkaian pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.

Tindakan militer Israel dilaporkan telah membunuh dan melukai lebih dari seribu warga Palestina sejak gencatan senjata disepakati.

Pernyataan bersama ini dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri tujuh negara yaitu: Türkiye, Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar dan Arab Saudi.

(rds)