Yogyakarta, Pahami.id —
Polres Bantul mengungkap momen mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Berkuda Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68), digendong dua pelaku sebelum ditemukan tewas di kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya Herlan. Masing-masing berinisial RM (41), warga Boyolali, Jawa Tengah dan FM (61), asal Mampang Prapatan, Jakarta Timur.
Keduanya ditangkap karena diduga melakukan penganiayaan atau pengeroyokan bersama yang berujung pada meninggalnya Herlan.
Bayu mengatakan petugas telah memeriksa kamera pengawas atau rekaman CCTV yang dipasang di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, juga di homestay tempat tinggal kedua pelaku dan korban.
Menurut Bayu, korban pada 27 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB masih hidup setelah mengalami serangkaian penganiayaan yang dilakukan kedua pelaku. Jenazah Herlan kemudian dimasukkan ke dalam bagasi mobil Toyota Avanza AB 1767 AR dari sebuah homestay di kawasan Sleman.
Ini kedua kalinya pelaku memasukkan korban ke dalam mobil. Tersangka mengaku saat itu korban masih hidup, namun kondisinya kritis, kata Bayu di Polres Bantul, DIY, Minggu (1/2) sore.
Sambung Bayu, berdasarkan rekaman CCTV, mobil Avanza terlihat melewati kawasan Gumuk Pasir pada hari yang sama sekitar pukul 18.32 WIB.
Hal ini sesuai dengan keterangan pelaku bahwa korban ditempatkan di kawasan Gumuk Pasir dalam keadaan sekarat, sekitar pukul 18.45 (WIB) setelah magrib, jelas Bayu.
Selanjutnya, jenazah korban baru ditemukan lusa kemarin sekitar pukul 07.30 WIB oleh pencari rumput.
Bayu mengungkapkan, motif penganiayaan hingga berujung kematian tersebut dilatarbelakangi kekesalan RM kepada Herlan terkait utang bisnis pariwisata dan umrah senilai Rp 1,2 miliar. Korban dianiaya berulang kali sejak 16 Januari 2026 di sebuah homestay di kawasan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
“Korban ini Sekjen Pordasi, kalau (statusnya) di KTP pribadi. Jadi (usaha perjalanan umroh) bisa jadi usaha sampingan di luar tugas pokoknya,” jelas Bayu.
Sebelumnya, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di kawasan Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul pada Rabu (28/1). Pihak keluarga kemudian membenarkan bahwa korban adalah Herlan Matrusdi (68), mantan Pordasi Sekjen DKI Jakarta di RS Bhayangkara Polda DIY, Kamis (29/1).
Berdasarkan pemeriksaan luar, ditemukan beberapa luka di tubuh korban. Di antaranya luka lebam di sekitar bola mata, luka sayat sekitar 4 sentimeter di pelipis kanan, luka sayatan 1,5 sentimeter di pangkal hidung, luka lebam di mulut kiri, robekan 1,5 sentimeter di daun telinga kiri, dan 2 sentimeter di telinga kanan. Selain itu, rahang kiri bengkak dan leher bagian depan memar.
Dua orang berinisial RM dan FM kemudian ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan. Kedua tersangka kemudian dibawa ke Polres Bantul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
(kum/gil)

