Berita Polisi Ungkap Sumber Asap Oranye di Pabrik Cilegon: Reaksi Kimia HNO3

by
Berita Polisi Ungkap Sumber Asap Oranye di Pabrik Cilegon: Reaksi Kimia HNO3


Cilegon, Pahami.id

Asap oranye tebal muncul PT Vopak IndonesiaCilegon, Banten, 31 Januari, berawal dari reaksi kimia zat cair asam nitrat atau asam nitrat (HNO3).

Cairan ini bersifat korosif, beracun, dan dapat menyebabkan luka bakar kulit yang parah. HNO3 atau asam nitrat biasa digunakan untuk pembuatan pupuk nitrogen, bahan peledak, industri pertambangan (pelarut logam/emas), dan pasivasi baja tahan karat.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, asap tebal berwarna oranye yang keluar dari PT Vopak Indonesia bukanlah kebocoran.


Ada proses reaksi kimia dari cairan asam nitrat (HNO3) atau asam nitrat yang dialirkan dengan cara didorong menggunakan gas nitrogen untuk membersihkan pipa menuju scrubber yang kemudian menggunakan selang, dialirkan dan dicampur dengan base oil atau minyak pelumas, kata Martua dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (1/2).

Martua mengatakan, petugas yang bertugas mengawasi proses kimia tersebut sedang istirahat dan berdoa. Saat kembali ke pabrik, di tangki penyimpanan sudah ada busa, lalu dibuka dan keluar asap tebal berwarna jingga.

“Setelah itu petugas kembali, tempat kempu (tangki penyimpanan) sudah agak menggembung di permukaan lalu dibuka tutupnya, lalu keluar gas bercampur asap jeruk,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Cilegon telah memasang empat alat pemantau udara di dalam dan di luar perusahaan. Hasil pemantauan tersebut akan terlihat hari ini.

Sementara itu, sebanyak 56 warga Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, datang ke Puskesmas dengan keluhan mual, pusing, dan muntah, setelah keluar asap tebal berwarna oranye dari PT Vopak pada Sabtu 31 Januari pukul 14.00 WIB/

“Ada 56 warga Kalibaru di wilayah terdekat (PT Vopak), perbatasan Merak Gerogol yang berobat ke Puskesmas Pulomerak,” kata Kepala Puskesmas Pulomerak, Novita Ginting saat dikonfirmasi.

Novita belum bisa memastikan apakah puluhan warga terkena dampak asap oranye tersebut. Namun keluhannya sama yaitu sesak napas, pusing, dan mual.

Dari 56 warga yang diduga terpapar asap jeruk PT Vopak Indonesia, 10 orang berjenis kelamin laki-laki, 3 orang anak-anak, dan 43 orang perempuan.

“Mereka mengeluh pusing, mual, sesak napas. Kami obati sesuai gejalanya, tapi belum bisa dipastikan apakah penyebabnya asap (dari PT Vopak) atau bukan,” ujarnya.

“Untuk saat ini masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan berobat ke Puskesmas Pulomerak atau Grogol jika mengalami gejala pusing, mual, atau sesak napas,” tambah Novita.

(fra/ynd/fra)