Natta Eko Stevanus alias Katak Bhizer, Viral Karena Tawuran kini Sukses Jadi Kreator Konten – Berita Hiburan

by

Pahami.id – Natta Eko Stevanus atau yang akrab disapa Katak Bhizer sempat populer karena sering terlibat tawuran dan tak mempak dibacok, saat masih duduk di bangku SMP. Malu dengan citra buruk tersebut, Natta kini berubah menjadi selebgram terkenal.

Sebagai bukti, Natta Eko Stevanus kini memiliki banyak followers di akun media sosialnya. Di Instagram (@katakstvns.70), Natta memiliki 1,3 juta followers. Di TikTok ia memiliki 4 juta pengikut, dan di YouTube, kanalnya memiliki 1,5 juta subscribers.

Rupanya, yang membuat Natta Eko Stevanus berubah menjadi sosok yang lebih positif adalah dirinya sendiri. Natta tak mau punya cap buruk, yang malah akan membuat malu kedua orangtuanya.

Natta Eko Stevanus kemudian rajin membuat konten hingga memiliki banyak followers di berbagai platform media sosial.

“Saya seperti ini karena niat di dalam diri untuk berubah jadi lebih baik. Saya malu malu dengan orangtua dan keluarga kalau tidak bisa hidup menjadi seorang lelaki, atau anak yang tidak punya manfaat bagi dirinya sendiri maupun banyak orang,” kata Katak Bhizer.

Natta Eko Stevanus alias Katak Bhizer bersama Atta Halilintar. [Instagram]

Dari keberhasilannya sebagai kreator konten, Katak Bhizer sudah mampu membeli rumah mewah senilai Rp5 miliar, mobil sport FT86, dan mengoleksi 20 sepedamotor, termasuk Harley Davidson Sportster 1200 tahun 2006 senilai Rp140 juta rupiah. Tentu saja, hal ini membuat orangtuanya bangga.

“Semua ini berkat keinginan gue untuk berubah, kalau enggak ada rasa ingin berubah, ya sampai sekarang gue akan menjadi Katak Bhizer yang dulu, yang enggak tahu arah tujuan hidup. Alhamdulillah juga bisa punya rumah dan mobil sport sendiri dari ngonten,” imbuh Natta Eko Stevanus.

Katak Bhizer mengaku sudah puas dengan apa yang diperolehnya. Meski begitu, lelaki 26 tahun ini punya keinginan untuk memproduksi film layar lebar yang bercerita tentang masa lalunya.

“Gue mau buat film, ini baru rencana ya. Intinya film ini mau kasih tahu bahwa tindakan tawuran ini akan merugikan banyak orang. Tindakan yang tidak dibenarkan karena termasuk pembunuhan kan, kriminal bisa dibilang. Dan gue ingin mereka tau dampak tawuran itu bagaimana. Hingga akhirnya keinginan gue mau membuat anak-anak muda memiliki prestasi. Enggak ngikutin jejak gue yang dulu,” tutur Katak Bhizer.