Jadi Korban Robot Trading ATG, Olive Lee Minta Kasusnya Transparan – Berita Hiburan

by

Pahami.id – Polisi mengungkap ada lebih dari 1.423 korban dalam kasus investasi robot perdagangan emas auto trade (ATG) dengan tersangka Wahyu Kenzo. Salah satu korban tampaknya berasal dari kalangan selebriti yaitu Olive Lee.

Dihubungi melalui telepon, Olivia Lee mengaku sudah menjadi korban robot dagang ATG sejak 2021. Mantan pembawa acara JakTV ini mengaku tertarik bergabung dengan ATG karena banyak temannya yang bergabung dengannya. Selain itu, keuntungan yang dijanjikan juga sangat menggiurkan.

Wahyu Kenzo (instagram/@wahukenzo88)

“Sebagai pengusaha yang juga sudah pensiun, tentu ini kesempatan yang sangat bagus. Setelah beberapa bulan berkecimpung di dunia robot trading, saya melihat banyak anggota dari berbagai latar belakang seperti ibu rumah tangga, bapak-bapak yang di PHK sebagai pekerja. akibat pandemi, bahkan orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Wow, menurut saya ini adalah bisnis luar biasa yang bisa menjadi solusi bagi banyak lapisan,” ujar Olive Lee.

Olive Lee sebenarnya baru dalam bisnis pertunjukan. Namun karena Covid-19, bisnis tersebut harus gulung tikar, karena hampir dua tahun tidak ada pertunjukan musik. Alasan itu pula yang membuat wanita yang kini berdomisili di Belanda itu tertarik untuk bergabung dengan ATG.

“Kemudian pada bulan Februari 2022 banyak robot trading yang bermasalah, namun hanya ATG yang tidak mengalami hal yang sama dengan yang lain. Hingga Maret 2022 ketika semua robot trading mati, ATG masih berdiri dan dapat mengambil uang meskipun terbatas,” tambah Olive Lee.

Zaitun Lee [Instagram]
Zaitun Lee [Instagram]

Kemudian tibalah saatnya robot perdagangan ATG mengalami masalah. Banyak anggota tidak dapat mengambil keputusan dan tabungan mereka. Bahkan ada pembekuan dana oleh PPATK. Olive Lee juga menyadari bahwa ATG juga bermasalah.

Puncaknya pada 8 Maret lalu secara resmi diputuskan pemilik robot trading Wahyu Kenzo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang dan dugaan penyelewengan dana dari kasus robot trading miliknya dengan total kerugian Rp 9 triliun. . , dengan jumlah anggota terdaftar sesuai dengan hasil. informasi dari kepolisian sebanyak 25 ribu yang tersebar di berbagai negara,” ujar Olive Lee.

Namun, Olive Lee sendiri melihat ada beberapa kejanggalan dalam kasus ATG Wahyu Kenzo. Salah satunya adalah pernyataan polisi bahwa ada 25.000 anggota. Padahal dia tahu, jumlah anggotanya lebih dari itu dan mereka tersebar di luar negeri hingga Prancis. Olive Lee juga meminta polisi lebih transparan soal kasus ini.

“Ya, saya dan anggota lainnya mengharapkan kejelasan dan transparansi dalam kasus ini. Namun, saya juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri yang luar biasa dalam membantu masalah ini, khususnya Kapolda Malang Kota, Kombes Pol Budhi Hermanto, dan jajaran Polda Jatim,” kata Olive Lee.