Gubernur Khofifah Dorong Pemantapan Ekosistem Pembelajaran di Kampung Inggris Pare Kediri – Berita Jatim

by
Gubernur Khofifah Dorong Pemantapan Ekosistem Pembelajaran di Kampung Inggris Pare Kediri

Pahami.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan ekosistem belajar mengajar bahasa di kawasan Kampung Inggris, Pare, Kediri.

Dengan ekosistem yang terkelola dengan baik bahkan berstandar internasional, ia optimis kampung Inggris akan menjadi pusat rujukan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya di Jawa Timur dan Indonesia tetapi juga di negara lain.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat berkunjung ke Kampung Inggris Pare Kediri, Minggu (19/2/2022).

Khofifah secara khusus mengunjungi tempat kursus tertua di Pare yaitu Basic English Course (BEC) yang diketahui telah berdiri sejak tahun 1977.

Di sana, Khofifah berbicara kepada unsur-unsur strategis yang langsung mengelola kampung Inggris. Mulai dari pengelola BEC Kalend Osen, Ketua Forum Desa Bahasa En Adi dan juga Kepala Desa Tulungrejo Nur Hasan.

“Kami ingin melihat dari dekat bagaimana sistem pembelajaran di Kampung Inggris ini dijalankan. Kita tahu Kampung Inggris ini sudah terkenal sebagai rujukan para mahasiswa yang ingin menguasai bahasa internasional,” ujar Khofifah mengapresiasi.

Oleh karena itu, melalui kunjungan ini, pihaknya ingin sinergi antar semua elemen dibangun agar ekosistem yang menjadi modal dan kekuatan Kampung Inggris Pare Kediri semakin kokoh.

Menurutnya, ekosistem ini tidak hanya dibangun di dalam kelas. Tetapi juga lingkungan tempat siswa belajar bahasa Inggris harus dibentuk dan dikuatkan karakter dan mentalnya agar lebih mendukung dan mendukung pembelajaran dan karir selanjutnya.

“Makanya perlu ada ekosistem yang disepakati semua pihak di lembaga kursus di kampung Inggris ini agar aturan bisa diberlakukan sehingga mengikat semua pihak,” ujarnya.

“Bahwa harus ada aturan kesepakatan bersama. Mengingat pertumbuhan lembaga kursus di sini cukup strategis dan pesertanya pun terdiri dari berbagai daerah, suku dan adat istiadat sehingga iklim pembelajaran harus dibangun sekondusif mungkin,” ujarnya. . Khofifah menambahkan.

Beliau juga menyarankan agar pengelola lembaga kursus English Village menerapkan standarisasi pembelajaran yang diakui oleh lembaga internasional terkait. Hal ini akan semakin memperkuat daya tarik pedesaan Inggris untuk mencapai kelas dunia. Seperti yang dikatakan Khofifah di sini ada 164 unit lembaga kursus, sehingga tidak menutup kemungkinan unit lembaga kursus yang ada memiliki tingkat kualitas dan standar yang berbeda-beda.

“Standarisasi adalah waktu untuk mempersiapkan secara komprehensif. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap memberikan kemudahan agar Kampung Inggris semakin berkelas ke depannya. Selanjutnya kita saling bersinergi,” tambah Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Kampung Inggris yang telah membantu peningkatan kualitas SDM pelajar Jatim. Bahkan, mahasiswa yang datang untuk belajar di Pare juga berasal dari luar Jawa Timur bahkan seluruh Indonesia.

“Kami telah mendengar dan merasakan kehadiran English Village di Pare karena penguasaan bahasa Inggris dari berbagai tempat. Keberadaan English Village memberikan kontribusi yang besar. Terima kasih atas kerja keras seluruh pengelola kursus institusi di sini,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini mengatakan Kampung Inggris merupakan atraksi ilmiah yang diperkaya dengan kekuatan budaya lokal.

“Untungnya, Kediri punya English Village – Pare. Pare sedang tayang di Inggris dan banyak negara lain. Tentu dikenal di seluruh Indonesia dan menjadi kebutuhan banyak orang,” ujar Khofifah.

Sementara itu, tokoh perintis Kampung Engris Muhammad Kalend Osen mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur Khofifah beserta rombongan. Padahal, menurutnya, momen ini sudah lama ditunggunya.

Dalam kesempatan itu, Kalend memanfaatkannya untuk berdialog dan menyampaikan masukan serta harapannya untuk kemajuan kampung Inggris. Kalend menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat bergandengan tangan menjaga keberadaan English Village.

“Kami berharap semua pihak bergotong royong menjaga keberadaan English Village. Jangan sampai English Village menjadi cerita lima tahun lagi,” tambah Kalend.

Di sisi lain, Kepala Kampung Tulungrejo, Nur Hasan juga menyampaikan kepada Gubernur Khofifah terkait program English Teaching Village yang merupakan program unggulan yang sedang berjalan.

“Kami juga berharap pemprov mengembangkan sektor UKM dan pembelajaran. Apa impian ibu-ibu kampung inggris punya tempat parkir mobil,” ujar Nur Hasan.

[ad_2]