Bukan Berat Badan, Aurel Hermansyah Disebut Tak Bisa Pilih Outfit yang Cocok – Berita Hiburan

by

Pahami.id – Aurel Hermansyah belakangan menjadi sasaran body shaming karena penampilannya yang lebih berisi usai melahirkan anak keduanya, Azura.

Menurut warganet, bukan berat badan Aurel yang jadi masalah, melainkan pemilihan pakaian yang dinilai kurang pantas dikenakan istri Atta Halilintar itu.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @cygahhafamily_official, tampak pasangan yang akan menikah pada tahun 2021 ini akan menghabiskan waktu bersama di luar liburan keluarga di Korea Selatan.

Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar sudah berada di Negeri Ginseng sejak akhir tahun 2023. Masa liburan mereka berlanjut hingga saat ini.

Biasanya Atta dan Aurel selalu mengantar anak-anak ke setiap destinasi yang dikunjunginya. Kali ini mereka ingin menikmati momen berdua saja.

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah [Instagram/@attahalilintar]

Untuk penampilannya kali ini, Aurel Hermansyah memadukan atasan brand mewah Burberry dan rok lipit yang dipadukan dengan jilbab berwarna krem.

Putra sulung Anang Hermansyah dari pernikahannya dengan Kris Dayanti ini tak lupa membawa jas tebal karena cuaca di Korea Selatan sangat dingin.

Gaya busana Aurel Hermansyah tampil stylish dan modis. Namun menurut netizen, gaun tersebut membuat Aurel terlihat lebih berisi.

“Sebenarnya Aurel gendut banget buat ibu yang baru melahirkan. Tapi bajunya sering gak muat jadi keliatan lebih gemuk,” komentar akun @hdy1997.

“Sepertinya Mama Nur harus pintar-pintar memilih baju agar tidak terlihat kebesaran, jangan hanya dijadikan branded,” imbuh akun @lembhu6701.

“Maaf, tapi Aurel sudah berdandan seperti itu,” kata akun @cindyyyyy.

Atta Halilintar sendiri sempat membela istrinya yang berstatus ibu karena kini terlihat lebih berisi.

“Nah, begitulah ibu-ibu. Aku juga seorang ayah. Kadang-kadang aku aneh,” ujarnya.

“Ibu yang baru melahirkan, kalau mau menjaga diri boleh diet lalu tidak menyusui, kan?” tambah Atta.

Atta Halilintar pun meminta warganet mengoreksi diri sebelum mempermalukan orang lain.

Kontributor: Chusnul Chotimah