Jakarta, Pahami.id —
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meminta masyarakat internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap Presiden Amerika Serikat (AS). Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Ia menegaskan Brazil mengecam tindakan tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional.
“Komunitas internasional, melalui PBB, perlu merespons secara tegas. Brasil mengutuk tindakan ini dan tetap siap mendorong dialog dan kerja samakata Lula melalui akun X miliknya @LulaOficial yang dikutip, Minggu (4/1).
Lula juga menyebut operasi militer AS dan penangkapan Maduro berlebihan dan tidak dapat diterima.
Ia menyatakan tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap kedaulatan Venezuela dan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional. Ia pun dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut berpotensi menjadi langkah awal menuju ketidakstabilan dan kekerasan dalam tatanan global.
“Langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan dan ketidakstabilan, di mana hukum terkuat mengalahkan multilateralisme“katanya.
Trump menangkap Maduro di Kota Caracas pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat. Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di rumah mereka tak lama setelah serangan dan invasi militer AS ke Caracas.
Wakil Jaksa Agung AS Pamela Bondi mengatakan penangkapan Maduro terkait dengan narkotika dan penjualan senjata.
Mengutip akun X-nya, Pamela mengatakan Maduro dan Cilia Flores akan menghadapi tuntutan pidana di wilayah AS.
Mereka akan dibawa ke pengadilan di New York, Amerika Serikat. Sejumlah dakwaan dan tuntutan pun sudah disiapkan, salah satunya tudingan konspirasi narkotika. Selain Brazil, China juga mengecam tindakan Trump.
“Jelas pelanggaran hukum internasional,” kata Kementerian Luar Negeri China, mengutip AFP, Minggu (4/1).
China juga mendesak Trump untuk segera membebaskan Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores yang ditahan di kediaman mereka di Caracas, Venezuela. Kementerian Luar Negeri China juga meminta AS menjamin keselamatan pribadinya.
“Berhentilah menjatuhkan pemerintah Venezuela,” katanya.
(mnf/dal)

