Berita Ini Doktin yang Mendorong AS Selalu Campur Tangan Masalah Negara Lain

by
Berita Ini Doktin yang Mendorong AS Selalu Campur Tangan Masalah Negara Lain

Jakarta, Pahami.id

Dalam setiap krisis yang terjadi di berbagai negara, hal tersebut hampir pasti terjadi Amerika Serikat untuk campur tangan.

Baru-baru ini, AS melalui perintah Presiden Donald Trump menyerang Venezuela untuk menggulingkan rezim Presiden Nicolas Maduro.


Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap pasukan elite Delta Force di kediaman mereka di Kota Caracas beberapa saat setelah kota itu dibom pada Sabtu (3/1).

Begitu pula dalam kasus Israel menyerang Gaza, perang Rusia-Ukraina dan demonstrasi di Iran.

Sejak lama, Amerika selalu acuh tak acuh terhadap kepentingan negara lain. Bahkan ada yang bergelar “Polis Dunia” (Polisi Dunia).

Ini adalah doktrinnya

Bukan tanpa alasan AS ingin ikut campur dalam berbagai kepentingan asing. Hal ini didasari oleh semangat melindungi kepentingan dan dominasi politik AS.

Semangat ini dimulai pada tahun 1823, ketika Presiden AS James Monroe memproklamasikan doktrin tersebut, yang pada dasarnya berjanji untuk melindungi republik-republik muda Amerika Latin dari monarki Eropa yang lama. Doktrin ini kemudian dikenal dengan nama “Doktrin Monroe”.

Halaman Council on Foreign Relations (cfr.org) menulis bahwa meskipun “Doktrin Monroe” saat ini tetap menjadi salah satu pernyataan utama kebijakan luar negeri AS, hanya sedikit orang yang melihatnya pada saat itu.

Tidak ada yang menyebutnya sebagai “doktrin” sampai tahun 1852, dan tidak ada presiden yang menggunakannya sampai Grover Cleveland (Presiden AS ke-22 dan ke-24) melakukannya pada tahun 1895.

Bersambung di halaman berikutnya…