Makassar, Pahami.id —
Seorang perempuan berinisial AW (22) yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah warung makan di MakasarSulawesi Selatan, diperkosa oleh pemimpinnya sambil direkam oleh istri pelaku. Kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi.
Korban yang didampingi tim UPTD PPA Makassar melapor ke Polrestabes Makassar, kata rekan UPTD PPA Makassar, Alita Karen, Minggu (4/1).
Menurut Alita Karen, korban mengalami tekanan berlapis.
Dia menjelaskan, istri pelaku juga diduga berperan aktif mengatur strategi dengan menyembunyikan kamera di lemari dan terus merekam tindakan tercela suaminya terhadap korban.
“Istri pelaku merekam proses persetubuhan tersebut sebanyak dua kali. Ponsel yang digunakan disita penyidik sebagai barang bukti utama,” ujarnya.
Alita menjelaskan, keluarga korban kehilangan kontak dengan AW setelah mengirimkan pesan singkat yang menyebutkan dirinya dalam bahaya.
Korban diduga ditahan di rumah terlapor, sebelum akhirnya dipulangkan. Cara perekaman tersebut diduga kuat digunakan untuk mengintimidasi korban.
Menurut korban, rekaman itu bisa digunakan untuk mengancam dirinya agar terus bekerja di sana selama puluhan tahun tanpa dibayar, jelasnya.
UPTD PPA Makassar memastikan korban mendapat pendampingan psikologis dan bantuan hukum secara intensif.
“Kami juga mendesak polisi untuk mengusut calon korban lain dalam bisnis pelaku,” jelasnya.
Secara terpisah, Kabid Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengatakan, unit PPA Polrestabes Makassar telah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
“Saya belum tahu kronologi pastinya, tapi informasinya saat ini masih terus diteliti dan didalami oleh Bareskrim Unit PPA, kita tunggu saja perkembangan penyidikannya,” kata Wahid kepada CNNIndonesia.com.
(mir/dmi)

