Jakarta, Pahami.id —
Amerika Serikat (Amerika Serikat) mencabut pembatasan wilayah udara di Karibia pada Sabtu (3/1) sore setelah melarang penerbangan komersial selama operasi militer AS yang berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Maduro dan istrinya diterbangkan dengan helikopter ke New York City, di mana mereka menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.
Keduanya ditangkap oleh pasukan khusus AS dalam serangan fajar, termasuk serangan udara yang menghantam lokasi di dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu sore.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan dalam sebuah postingan di platform media sosial X bahwa pembatasan awal berakhir pada pukul 12.00 (05.00 GMT), ketika penerbangan dapat dilanjutkan sesuai jadwal.
“Maskapai penerbangan sudah diberitahu dan akan segera memperbarui jadwalnya,” kata Duffy.
Administrasi Penerbangan Federal AS mengatakan kepada maskapai penerbangan komersial pada hari Sabtu untuk menghindari wilayah udara Karibia, dengan alasan “situasi yang berpotensi berbahaya.”
Pemberitahuan tersebut mengatakan penutupan tersebut dikeluarkan karena “risiko keamanan penerbangan terkait dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung.”
(fea/fea)

