Berita Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, China Marah

by
Berita Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, China Marah


Jakarta, Pahami.id

Cina marah dan mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap atas perintah Presiden Donald Trump.

Maduro ditangkap di ibu kota Venezuela, Caracas, beberapa saat setelah AS mengebom sejumlah titik di kota itu pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.


Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di rumah mereka di Caracas.

China yang merupakan salah satu negara sahabat Venezuela mengecam tindakan AS tersebut sebagai pelanggaran sembrono terhadap kedaulatan Venezuela.

“China menyerukan AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Madura dan istrinya, segera membebaskan mereka, berhenti menggulingkan pemerintahan Venezuela,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China yang dikutip dari AFP.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai “pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.”

Selain China, beberapa pemimpin negara Amerika Selatan seperti Kolombia dan Brazil mengecam AS karena menyerang Venezuela dan menangkap Maduro.

Negara-negara Uni Afrika (AU) pun mengeluarkan pernyataan keras dan mengecam tindakan AS yang disebutnya ‘menculik’ Presiden Venezuela Maduro dan istrinya, Cilia Flores serta menyerang institusi penting di Caracas.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (3/1), badan Afrika tersebut menyatakan mengikuti perkembangan tersebut dengan penuh keprihatinan.

Uni Afrika mengatakan penculikan dan tindakan keras Maduro terhadap lembaga-lembaga negara menimbulkan kekhawatiran serius mengenai penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasional.

Badan kontinental tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara dan hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri, sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Uni Afrika juga menekankan pentingnya dialog, penyelesaian perselisihan secara damai, dan menghormati kerangka konstitusi dan kelembagaan, serta menyerukan prinsip-prinsip ini untuk memandu hubungan antar negara dalam semangat bertetangga yang baik, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai.

(membaca)