Berita Pacul PDIP Singgung RUU Perampasan Aset: Spirit Zamannya Transaksional

by


Jakarta, Pahami.id

Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto alias Bambang Cangkul tersinggung lagi RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Mata Uang dalam rapat dengan PPATK dan KPK, Selasa (11/6).

Pacul mengatakan pimpinan DPR telah menerima usulan kedua RUU tersebut yang kewenangannya dimiliki oleh PPATK dan KPK. Untuk itu, kata dia, Komisi III DPR membandingkan PPATK dan KPK dalam sebuah rapat.

RUU Perampasan Aset ada di unit pendukung PPATK dan KPK, begitu pula RUU lainnya, RUU Pembatasan Mata Uang, kata Pacul.


Namun berdasarkan usulan anggaran kedua lembaga tersebut, Pacul menilai tidak ada hubungan anggaran antara KPK dan PPATK. Menurutnya, keduanya hanya fokus pada programnya masing-masing. Pacul kemudian menjelaskan, UU PPATK lahir hampir bersamaan dengan lahirnya KPK. Tujuannya agar uang yang berada di bawah ‘bantal’ itu bisa muncul ke permukaan.

“Sebelumnya undang-undang ini terbit pada waktu yang sama pak, karena tugasnya adalah membuat uang bantal itu naik ke permukaan, agar kita bisa memotret semuanya,” ujarnya.

<!–

ADVERTISEMENT

/4905536/CNN_desktop/cnn_nasional/static_detail

–>

Mengacu pada era transaksional

Menurut Pacul, setelah undang-undang kedua lembaga itu disahkan, seharusnya tugas pemerintah lebih mudah, mulai dari amnesti hingga keringanan pajak. Oleh karena itu, dengan nada bercanda, Pacul berharap anggota dewan tersebut tidak menjadi sasaran penangkapan.

Pacul mengatakan, Indonesia kini menghadapi demokrasi transaksional. Menurut dia, tidak mudah bagi anggota dewan untuk lolos ke parlemen tanpa melakukan praktik transaksional.

“Tolong pak, hari ini ruh dasar zamannya pak. Kalau ruh zamannya begini, maksud saya ruh zamannya transaksional sekali pak,” kata Pacul.

Misalnya, kata dia, berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, dari 54 anggota Komisi III DPR, 21 orang di antaranya gagal dipilih kembali. Menurut Pacul, hal tersebut karena pasangannya kurang memberikan aspirasi. Hoe tidak merinci pasangan mana yang dimaksud.

“Senayan keseluruhan ngomongin anggota kita di Senayan yang tumbang, semua masuk catatan. Dia masuk top note pak, 10 besar. Orang tua tumbang. Ada Wakil Ketua DPR kita Pak Lodewijk yang telah masuk 10 besar seperti itu di sana.

Oleh karena itu, Pacul berharap PPATK dan KPK bisa bekerja sama mencari solusi. Menurut dia, RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Mata Uang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan KPK dan PPATK.

“Saya juga belum tahu kalau di Komisi III, tapi pekerjaan rumah kita ada dua, yakni RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Mata Uang. Unit itu ada di PPATK dan KPK,” ujarnya.

(thr/DAL)


!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);