Jakarta, Pahami.id –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansesa Tanyakan kepada pemilik Grup Maspion, Alim Markus untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (Penghentian) kepada pekerja di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Kami menghargai kedatangan Alim Markus yang merupakan aktor bisnis senior di Jawa Timur.
Khofifah menekankan bahwa sektor industri adalah tulang punggung pekerjaan di Jawa Timur. Dia meminta perusahaan untuk lebih suka alternatif lain ketika datang untuk mengurangi produksi, seperti mengurangi jam atau hari kerja, daripada berhenti.
Khofifah menyoroti data dari East Java Styryer Association (APINDO), yang mencatat 40 ribu pekerja diberhentikan pada Januari-Februari 2025.
Sementara itu, catatan Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan bahwa pada tahun 2024 ada 77.965 pekerja dengan penghentian, meningkat dari tahun sebelumnya dengan 64.855 pekerja.
“Kami tidak ingin ini terjadi di Jawa Timur, jadi saya selalu meminta pengusaha untuk memprioritaskan kesejahteraan pekerja dan menemukan solusi selain berhenti,” katanya.
Khofifah menekankan bahwa pemerintah daerah Java Timur berkomitmen untuk mempertahankan kesejahteraan pekerja dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan adil.
“Kita harus terus menemukan solusi terbaik untuk kesejahteraan pekerja dan masyarakat. Pada dasarnya, tidak ada penghentian,” katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Alim Mark memastikan bahwa tidak akan ada penghentian di Grup Maspion. Menurutnya, situasi keuangan perusahaan masih kuat karena investasi baru.
“Saya menjamin bahwa tidak ada penghentian, jika ada karyawan yang akan diakhiri, kami akan mendistribusikannya ke perusahaan baru di grup kami,” kata Ketua Dewan Penasihat Apindo.
Selain itu, Alim Markus mengungkapkan bahwa beberapa investor dari Cina tertarik untuk berinvestasi di Jawa Timur. Mereka berencana menanam beras dan tebu dengan biji yang diimpor dari Cina.
“Pada 8 April 2025, saya akan kembali ke kantor Gubernur Java Timur untuk membahas lebih banyak investasi, termasuk lisensi,” katanya.
(FRA/antara/FRA)