Makassar, Pahami.id –
Sebuah desa di distrik Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Selatan (Sulawesi Tenggara), terisolasi setelah air Sungai Lalindu meluap untuk menyebabkan jembatan gantung di antara desa -desa di antara desa -desa untuk dipotong banjir.
“Ya, memang benar, ada yang terisolasi di Kampung Padalere Utama, distrik Wiwirano, akses ke jembatan gantung (dipotong),” kata Kepala Sulawesi Selatan Muhammad Yusuf kepada Cnnindonesia.comJumat (4/4).
Joseph mengatakan banjir itu disebabkan oleh hujan lebat, sehingga air di Sungai Lalindu meluap. Akibatnya, jembatan gantung, yang merupakan satu -satunya akses ke desa, terputus.
“Jadi jembatan gantung ini mengakses ke daerah perumahan,” katanya.
Sebagai akibat dari banjir, 105 kepala keluarga (KK) atau 400 orang yang terkena dampak banjir. Beberapa penduduk juga memilih untuk pindah.
“Populasi yang tenggelam telah dievakuasi. Jumlahnya sekitar 6 keluarga di Kampung Sambandete, distrik OHEO,” katanya.
(mir/dal)