Berita Jangan Pakai Hukum untuk ‘Ngerjain’ Lawan Politik

by
Berita Jangan Pakai Hukum untuk ‘Ngerjain’ Lawan Politik


Jakarta, Pahami.id

Presiden Republik Indonesia Prabu Subianto memperingatkan jajaran aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan, dan lembaga penegak hukum lainnya agar tidak menggunakan undang-undang tersebut untuk melakukan ‘gangster’ lawan politik di Indonesia.

Di hadapan para ekonom, investor, dan praktisi perekonomian dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat (13/2), Prabowo menegaskan dirinya merupakan pemegang amanah dari rakyat untuk menjamin kepastian hukum (supremasi hukum) terjadi di Indonesia. Menurutnya, kepastian hukum menciptakan stabilitas dan memberikan rasa tenang dan aman bagi masyarakat.

“Saya bertekad: Patuhi hukum! Tidak ada kompromi. Kita harus menegakkan hukum dengan baik, tapi tidak boleh ada kegagalan keadilan. Hukum tidak bisa dijadikan alat untuk menindas lawan politik. Seharusnya tidak demikian! Saya tidak mau, dan saya sudah membuktikannya ya, saya sudah buktikan saya berani menghapuskan, saya berani memberi maaf jika saya merasa ada sesuatu. [yang keliru],” kata Prabowo.


Mengutip dari Antara, halPernyataan Prabowo merujuk pada keputusannya pada 31 Juli 2025 yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP yang divonis 3,5 tahun penjara atas kasus korupsi yang melibatkan buronan Harun Masiku.

Pada saat yang sama, Prabowo juga mencabut mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong yang divonis 4,5 tahun penjara karena kasus impor gula. Hasto dan Tom Lembong pada Pilpres 2024 berada di kubu lawan Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan hakim agar mengambil keputusan yang tidak diragukan lagi merupakan keputusan yang adil. Ia menyebut keputusan seperti itu sebagai keputusan yang buruk melampaui keraguan yang masuk akalT.

“Jadi, pengadilan, kita harus memberikan keputusan yang adil, melampaui keraguan yang masuk akal. Harus ada—tidak boleh ada keraguan sedikit pun. jika ada [keraguan] kemungkinan bahwa terdakwa tidak bersalah. “Kami tidak bisa memberikan keputusan final kepada mereka, dan sebagai pemegang amanah rakyat, saya bertanggung jawab,” kata Prabowo.

Aparat penegak hukum bersikap adil

Prabowo kemudian kembali menegaskan bahwa masyarakat perlu hidup di negara yang aparat penegak hukumnya adil dan menegakkan aturan sesuai hukum yang berlaku.

Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan rakyat kita. Rakyat kita harus merasa hidup dalam masyarakat yang pemerintahannya bersih dan adil, kata Prabowo.

“Ini syarat suksesnya suatu negara. Saya belajar sejarah, tidak ada negara yang sukses tanpa pemerintahan yang bersih dan adil, dan saya bertekad bersama tim, kita akan membangun pemerintahan yang bersih dan adil,” imbuhnya.

(antara/anak-anak)