Yogyakarta, Pahami.id –
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tinjau Pengembangan Proyek Revitalisasi Pasar PertamaDi Gondocus, Yogyakarta City, DIY, Jumat (3/28).
Gibran tiba di tempat kejadian setelah menghadiri Great Kesanga Tawur di Nyepi Sacred Holiday Celebration Year 1947/2025 serial iklan di Prambanan Temple, Sleman.
Setelah tiba di tempat kejadian, Gibran segera memasuki area pasar dengan helm dan proyek. Dia muncul oleh walikota Yogyakarta yang juga merupakan kadrial Hasto Wardoyo PDIP dan beberapa pejabat Kementerian Pekerjaan.
“(Wakil Presiden) Melihat kemajuan, kemajuan hari ini hingga 61 persen tentu saja dengan efisiensi (anggaran pemerintah) Kami berharap kemajuan yang baik ini tidak akan terpengaruh oleh efisiensi.
Ketua Tim II (BPPW) Pusat Infrastruktur Infrastruktur Infrastruktur Regional (BPPW) DIY R. Haryo Satriyawan mengatakan proyek revitalisasi pasar berjalan sesuai dengan jadwal implementasi, mulai 18 September 2024 dan target selesai pada 14 Juli 2025.
“Saat ini, ini sejalan dengan perencanaan pasar tradisional tetapi konsepnya modern,” kata Haryo.
Pasar tanah 7.838 -square -foot akan diubah menjadi bangunan bertiga berukuran 9.857 meter persegi, dengan fasilitas termasuk 505 unit, yang terdiri dari kios, stan, dan pegangan.
“Secara umum, lantai pertama adalah area basah, lantai dua area kering, jadi lantai tiga akan menjadi food court,” Haryo menjelaskan.
Pidato Haryo, pasar kemudian akan dilengkapi dengan fasilitas parkir, serta sepeda motor yang akan dibangun oleh pemerintah kota Yogyakarta dan akan dapat mengakomodasi 200 unit kendaraan.
Selama Menteri Pekerjaan Dody Hanggodo selama kunjungannya, pada bulan Februari 2025, pemerintah menargetkan pasar sebagai kebersihan pertama pasar Kebersihan Ayam Indonesia.
Melalui pemulihan ini, diharapkan bahwa pasar akan dapat menjadi pilot pasar ayam yang bersih yang tidak hanya meningkatkan standar kesehatan, tetapi juga kenyamanan para pedagang dan masyarakat.
Kantor Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menambahkan proyek pemulihan pasar untuk menelan perkiraan Rp55 miliar hingga Juni 2025.
Dengan sejumlah besar dana, menurut Vero, pasar akan diubah dengan area penyembelihan khusus untuk ayam, lengkap dengan sistem sanitasi dan dukungan. Termasuk untuk pengelolaan limbah.
“Lalu untuk pembantaian kami juga akan berlatih, akan mendukung dari korporasi yang akan membantu kami melatih teman -teman Julha atau pembantaian dengan kemitraan,” Vero menjelaskan.
Vero juga mengungkapkan pesan Gibran selama studinya, sehingga proyek dapat berjalan pada jadwal dan secara optimal selama manajemennya.
“Pesannya (Wakil Presiden) untuk pengembangan ini dapat sejalan dengan prosedur kontrak.
(FRA/KUM/FRA)