Jakarta, Pahami.id —
Presiden VladimirPutin menyatakan bahwa itu adalah kekacauan Tanah penggembalaan dan rencana Amerika Serikat mengambil alih wilayah otonom Denmark sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rusia, pada Rabu (21/1).
Putin melontarkan pernyataan ini sambil secara implisit merujuk pada dukungannya terhadap kemungkinan Amerika Serikat membeli wilayah tersebut.
“Apa yang terjadi dengan Greenland sama sekali bukan urusan kami,” kata Putin saat berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan Rusia, Rabu (21/1).
Namun pernyataan tersebut langsung disusul dengan sinyal dari Putin bahwa AS mungkin dan bisa saja membeli Greenland. Ia bahkan menyinggung beberapa contoh pembelian pulau dan wilayah oleh negara yang pernah terjadi sepanjang sejarah.
“(Rusia punya) pengalaman dalam menyelesaikan masalah serupa dengan AS,” kata Putin
Dalam pertemuan tersebut, Putin juga menyinggung sejarah Rusia yang menjual Alaska ke Amerika Serikat pada tahun 1867.
Ia menyatakan AS membeli wilayah tersebut seharga US$7,2 juta (sekitar Rp 108 miliar) yang menurut Putin setara dengan sekitar US$158 juta (sekitar Rp 2,37 triliun) saat ini.
Putin kemudian membandingkan luas Alaska dengan Greenland dan mengatakan, dengan menggunakan logika yang sama, nilai Greenland bisa berkisar US$200-250 juta (sekitar Rp3,4-4,25 triliun).
Jika dihitung berdasarkan harga emas sebelumnya, Greenland bisa mencapai US$1 miliar (sekitar Rp 17 triliun).
“Saya pikir AS mampu membayar jumlah tersebut,” kata Putin CNN.
Putin juga menyinggung penjualan Kepulauan Virgin oleh Denmark ke AS pada tahun 1917.
Putin kemudian menutup sambutannya dengan menyebutkan bahwa Denmark tidak pernah memperlakukan Greenland dengan baik. Ia pun mengulangi pernyataan bahwa Greenland bukanlah wilayah asli Denmark melainkan merupakan koloni negara Eropa tersebut.
“Dengan cara ini, Denmark selalu memperlakukan Greenland sebagai koloni dan memperlakukannya dengan kasar, bahkan kejam,” kata Putin.
(rnp/rds)

