Berita DVI Pastikan Jenazah Korban Pesawat ATR: Deden Maulana Staf KKP

by
Berita DVI Pastikan Jenazah Korban Pesawat ATR: Deden Maulana Staf KKP


Makassar, Pahami.id

Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) membenarkan jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang terjatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan telah diserahkan kepada keluarganya yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (MMF).

Benar, korban adalah petugas KKP, kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kompol Pendidikan Supranoto saat memberikan keterangan resminya, Kamis (22/1).


Sementara itu, Kapolda Sulsel, Kompol Muhammad Haris menjelaskan, jenazah tersebut diketahui bernama Deden Maulana.

Jenazah diketahui bernama Deden Maulana, laki-laki berusia 43 tahun, kata Haris.

Haris menjelaskan, jenazah pegawai KKP itu teridentifikasi melalui beberapa faktor di antaranya melalui sidik jari.

“Diidentifikasi melalui sidik jari, properti, dan karakteristik medis,” ujarnya.

Haris mengatakan, sejauh ini tim DVI berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.

Jadi hingga saat ini tim gabungan berhasil mengidentifikasi total dua korban dari dua kantong jenazah yang diterima, ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah menyerahkan bagian tubuh manusia atau bagian tubuh Hal tersebut diduga berasal dari korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 setelah ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, hingga petugas Tim DVI.

Kepala Basarnas Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil pencarian intensif yang dilakukan beberapa Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU) darat di sekitar lokasi jenazah dan ekor pesawat.

Pada operasi hari kelima, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang belulang dan sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur, kata Arif dalam keterangannya, Rabu (21/1).

Penyerahan bagian tubuh kepada tim DVI dilakukan dalam rangka proses identifikasi medis dan forensik, sehingga identitas korban dapat dipastikan secara akurat, lanjutnya.

Tak hanya itu, tim SAR gabungan juga menemukan beberapa barang milik korban antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flashdisk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.

“Semua barang yang ditemukan korban sudah dicatat, aman dan akan diserahkan kepada pihak berwajib sesuai mekanisme yang digunakan,” ujarnya.

Hingga saat ini, operasi SAR terus dilakukan dengan melibatkan lebih dari seribu anggota gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.

(mir/anak)