Berita Total 8 Jenazah Korban Pesawat ATR Ditemukan, 2 Teridentifikasi

by
Berita Total 8 Jenazah Korban Pesawat ATR Ditemukan, 2 Teridentifikasi


Makassar, Pahami.id

Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 dari kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah ditemukan 6 korban lagi.

Kedelapan korban yang ditemukan antara lain dua jenazah yang diidentifikasi sebagai pramugari, Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana, kemudian ada potongan sisa-sisa manusia atau bagian tubuh yang masih dalam tahap identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI).


Bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu tulang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa bertambah sehingga korban bisa ditemukan seluruhnya, kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Inf Kolonel Dody Triyo Hadi di posko SAR Tompo Bulu, Kamis (22/1).

Dody menjelaskan, enam korban yang ditemukan tim SAR gabungan berada dalam radius 50 meter dari lokasi ditemukannya korban pertama Deden Maulana.

Posisinya sekitar 250 meter di bawah puncak gunung. Salah satu lokasi jenazah berada di sisi selatan titik start, sekitar 100 meter ke bawah. Tim masih terus melakukan penyisiran di sisi lain lokasi. Kita tunggu perkembangan selanjutnya, ujarnya.

Tim SAR gabungan masih berupaya memindahkan korban ke puncak Gunung Bulusaraung yang rencananya akan diangkat menggunakan teknik jet ring. Cara ini sebelumnya digunakan saat memindahkan korban kedua.

“Kita doakan bersama semoga prosesnya lancar sehingga seluruh jenazah bisa diangkat ke atas. Dari atas akan dipindahkan ke posko, selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara,” jelasnya.

Tim SAR mengerahkan tim penyelamat vertikal untuk proses pengangkatan. Menurut Dody, tantangan utama di lapangan adalah medan terjal dan proses memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah.

Selain itu, teknik pengangkatan dengan metode jetring juga memerlukan kewaspadaan yang tinggi.

“Mudah-mudahan cuacanya membaik. Kalau sampai di posko dan dilakukan pelabelan oleh tim DVI, rencananya kami akan naik helikopter di lapangan sepak bola Kampung Tompo Bulu. Namun jika cuaca tidak memungkinkan, jalur darat masih menjadi pilihan seperti kemarin, ujarnya.

Dody menuturkan, kondisi jenazah dilaporkan membengkak akibat berada di lokasi selama enam hari. Identitas jenazah korban masih belum diketahui.

Kondisi bodinya sudah membesar sehingga cukup sulit dikenali oleh tim depan. Namun bagian bodinya masih terlihat besar, ujarnya.

Terhadap sisa korban yang belum ditemukan, tim SAR mengubah strategi pencariannya. Jika sebelumnya tim pulang setiap hari, kini pergerakannya diubah menjadi tiga hari di lapangan dengan jatah yang disediakan.

“Kami membagi sektor pencarian dari sektor 1 hingga 8 dengan kode warna yang berbeda-beda. Tujuannya agar jenazah yang letaknya berdekatan bisa lebih cepat ditemukan,” ujarnya.

(mir/wis)