Berita Agam Rinjani Ikut Operasi SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung

by
Berita Agam Rinjani Ikut Operasi SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung


Makassar, Pahami.id

Pendaki dan relawan kemanusiaan Agam Rinjani turut serta dalam pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Agam dan timnya fokus membantu pencarian di medan terjal melalui kemampuan Vertical Rescue.

“Iya, jadi kita ikuti saja koordinasi teman-teman Basarnas soal strategi. Kita bantu khususnya dalam penyelamatan vertikal,” kata Agam di pos SAR Tompo Bulu, Rabu (22/1).


Dalam misi tersebut, Agam datang bersama tiga rekannya. Mereka tergabung dalam tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Korps Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala), dan pihak taman nasional.

“Kami mendatangkan tiga tim dan bergabung dengan teman-teman dari Korpala Unhas dan pihak taman nasional. Apapun yang bisa kami bantu, akan kami bantu terutama di daerah terjal,” ujarnya.

Usai berkoordinasi, Agam dan tim akan mengambil posisi di jalur vertikal dan mendirikan tenda di atas gunung. Mereka berencana tinggal selama beberapa hari untuk memenuhi kebutuhan operasi pencarian.

“Kita ambil posisi di bagian vertikal, di camp. Kita tetap di bagian atas sesuai kesepakatan nanti untuk jalur vertikal,” jelasnya.

Agam menegaskan, sasaran utama pencarian adalah korban, bukan bangkai kapal. Ia bersama tim akan bergabung di Pos 9 yang merupakan jalur vertikal utama menuju lokasi pencarian.

“Korban. Sasarannya korban. Kita gabung di Pos 9, titik di jalur vertikal utama,” tegas Agam.

Untuk menunjang pencarian, tim Agam membawa peralatan penyelamat vertikal lengkap, termasuk tali dan perlengkapan keselamatan lainnya.

“Peralatan kita lengkap, ada tali dan alat penyelamat vertikal,” ujarnya.

Agam mengungkapkan tantangan utama dalam pencarian adalah kondisi medan dan cuaca yang ekstrim. Selain jalur yang terjal, kabut tebal dan angin kencang kerap menghambat pergerakan tim di lapangan.

“Bentuk tanah di sini curam, cuaca juga sulit karena kabut dan angin badai. Jadi perlu dilakukan keamanan. “Saat membantu, tim penyelamat juga harus aman,” ujarnya.

Agam menambahkan, keterlibatannya dalam operasi ini merupakan hari pertamanya berada di lokasi setelah menempuh perjalanan jauh dari Aceh.

“Iya ini hari pertama. Saya baru dari Aceh transit di Batam dan Jakarta, baru ke sini,” tutupnya.

(mir/gil)