Jakarta, Pahami.id —
Menteri ESDM dan Pimpinan Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia angkat suara terkait isu reshuffle kabinet atau pemeriksaan yang semakin kuat akhir-akhir ini dan akan semakin kuat dalam waktu dekat.
Saat ditanya soal peluang reshuffle kader Golkar di kabinet, Bahlil tak menjawab tegas. Katanya, menteri benar-benar pembantu Presiden.
Kami sebagai menteri adalah pembantu presiden, kata Bahlil usai rapat dengan Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Kamis (22/1).
Sebab sebagai asisten, kata Bahlil, hanya Presiden yang berhak mengangkat dan memberhentikannya. Dia menegaskan, reshuffle merupakan hak prerogratif penuh presiden.
“Sebagai pembantu presiden, mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan hak prerogratif presiden,” ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya membantah isu reshuffle dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, dia mengatakan belum ada agenda Presiden Prabowo Subianto untuk merotasi jajaran menterinya di Kabinet Merah Putih.
“Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
(fra/thr/fra)

