Berita DBH dari Pusat ‘Disunat’, DKI Pangkas Sekolah Swasta Gratis Jadi 100

by
Berita DBH dari Pusat ‘Disunat’, DKI Pangkas Sekolah Swasta Gratis Jadi 100


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. mengurangi target program sekolah swasta gratis pada tahun 2026 menyusul pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Pengurangan DBH membuat nilai APBD Pemprov DKI pada tahun 2026 sebesar Rp 81,32 triliun. Turun Rp. 10,54 triliun dari APBD 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan, awalnya program sekolah swasta gratis ditargetkan pada sekitar 260 sekolah pada tahun 2026.


Namun Pemprov merasionalisasi besaran tersebut karena berkurangnya Dana Bagi Hasil dari pusat. Program sekolah swasta gratis pada akhirnya hanya menyasar 100 sekolah pada tahun ini.

Memang dari rencana 260 sekolah gratis, karena DBH ada pengurangan yang signifikan tentu besarannya harus kita rasionalkan. Jadi faktornya memang berkurangnya pendapatan yang berasal dari DBH, kata Atika dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).

Padahal, meski target tahun ini lebih rendah dari rencana awal, Atika menyebut jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang menyasar 40 sekolah.

Atikah mengatakan, Pemprov akan meningkatkan target sekolah setiap tahunnya untuk menyesuaikan kemampuan keuangan provinsi.

“Kita akan menambah dari 40 sekolah menjadi 100 sekolah pada tahun 2026. Jadi kita tidak akan mengurangi, justru kita akan menambah menjadi 100 sekolah dan setiap tahunnya kita akan berusaha memenuhi kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, anggaran Pemprov DKI Jakarta tahun 2026 dipatok sebesar Rp81,32 triliun. Angka tersebut jauh di bawah nilai APBD 2025 sebesar Rp 91,86 triliun atau turun Rp 10,54 triliun.

Penurunan APBD DKI terutama disebabkan oleh menurunnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan pemerintah pusat, dari sebelumnya Rp 26,14 triliun pada tahun 2025 menjadi hanya Rp 11,16 triliun pada tahun 2026.

Penurunan terbesar terjadi pada alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang turun sebesar Rp14,79 triliun.

(yoa/anak-anak)