Makassar, Pahami.id —
Banjir bandang melanda empat kecamatan di Tagulandang Biaro (Sitaro) Kabupaten Kepulauan Siau, Sulawesi Utara, usai hujan deras, Senin (5/1) dini hari.
Berdasarkan laporan BPBD setempat, total kasus kematian saat ini setidaknya berjumlah 11 orang.
Bencana banjir bandang di empat mukim tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan 6 orang hilang, kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny S Belseran melalui keterangan tertulis, Senin sore.
Banjir terjadi Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita. Banjir bandang terjadi setelah hujan deras turun di wilayah Kabupaten Sitaro sehingga mengakibatkan banjir bandang.
“Tambahan curah hujan sangat tinggi sehingga di beberapa lokasi terjadi banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa, rumah dan jalan tertimbun material,” ujarnya.
Total korban banjir bandang di Kampung Bahu (Sondang), Distrik Siau Timur, tujuh orang meninggal dunia dan 5 orang hilang.
“Desa Sawang Bandil, Kecamatan Siau Tenggara nihil korban, kemudian Desa Paseng, Kecamatan Siau Barat, 36 KK atau 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara,” jelasnya.
Kemudian di Desa Laghaeng, Distrik Siau Barat Daya, dua orang meninggal dunia yakni Rafles Kobis dan Hermina Maningide, serta satu orang hilang yakni Azriel Tatambhe.
Di Kampung Peling Distrik Siau Barat Daya juga ada 2 orang meninggal dunia, ujarnya.
Sementara itu, kata Sonny, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan mencari korban yang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang tersebut.
Anggota BPBD dikerahkan untuk menangani dan mendata. Kemudian berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait upaya pembersihan material tersebut, kata Sonny.
(mir/anak)

