Berita 200 Ton Sampah Asal Tangsel Dibuang ke Cileungsi

by
Berita 200 Ton Sampah Asal Tangsel Dibuang ke Cileungsi


Tangsel, Pahami.id

Wali Kota Tangsel (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan adalah: sampah akan dibuang di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Opsi ini menunggu pemrosesan di TPAS Cilowong, Kota Serang.

“Ke Cileungsi 200 ton. Kalau tidak salah pabrik kertasnya,” ujarnya di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kamis (8/1).


Menurutnya, pembuangan sampah di Cileungsi merupakan solusi jangka pendek. Yang terpenting, tidak ada pengumpulan sampah di pasar tradisional atau jalan-jalan utama di tempat umum.

Benyamin mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel sudah memiliki 27 truk pengangkut sampah baru. Oleh karena itu, terdapat 40 truk yang siap beroperasi untuk mengangkut sampah pada masa tanggap darurat.

“Kami akan klik untuk mengangkut material sampah tersebut. Saya harap bisa berbuat lebih banyak lagi. Tadi kita bahas di rapat yang saya pimpin langsung. Nanti peluang ini akan terus kita maksimalkan,” jelasnya.

Ia meyakinkan, Pemkot Tangsel tidak akan berhenti bekerja dan menyerah dalam menyelesaikan permasalahan sampah. Semua lini diarahkan bergerak cepat dan teratur.

Penanganan titik-titik prioritas, pengaturan rutinitas armada, dan penguatan manajemen di tingkat hulu terus dilakukan.

Benyamin mengakui, ada beberapa klausul persyaratan yang diajukan masyarakat sekitar Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Pemkot Tangsel pasti siap mengoordinasikan usulan masyarakat karena kendala teknis di wilayah mitra tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah.

“Penghentian sementara pengiriman ke Cilowong bersifat sementara,” ujarnya. Spesifikasi truk pengangkut sampah terbaru yang disewa Pemerintah Kota Tangsel ini dilengkapi tangki penampung lindi di bawahnya.

Sehingga, Benyamin menegaskan, tidak akan ada tumpahan di sepanjang perjalanan menuju TPA yang larut dalam air. “Kalau tidak salah kapasitas tangki penampung lindi mencapai delapan liter,” tegasnya.

Sampah mulai diangkut

Sementara tumpukan sampah yang menumpuk sejak sepekan terakhir di beberapa titik, khususnya kawasan pasar tradisional, sudah mulai dibersihkan. Pembersihan dilakukan secara bertahap mulai dari Pasar Cimanggis, Ciputat, dan berlanjut ke Pasar Jombang.

Langkah ini dilakukan seiring dengan perpanjangan status tanggap darurat sampah di Kota Tangerang Selatan periode 6 hingga 19 Januari 2026. Pemkot tidak hanya fokus pada transportasi, namun pengawasan ketat agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Pantauan di Pasar Cimanggis, Ciputat, tumpukan sampah yang sebelumnya menumpuk kini disingkirkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel. Petugas gabungan juga berpatroli di lokasi untuk mencegah warga membuang sampah di kawasan tersebut.

Camat Ciputat, Mamat mengatakan, pengangkutan sampah di Pasar Cimanggis dilakukan secara intensif sejak malam hari dengan melibatkan puluhan armada.

Pengumpulan sampah dimulai pukul sembilan malam oleh DLH dengan 27 kendaraan. Kami berharap setelah ini masyarakat lebih waspada karena ini bukan tempat pembuangan sampah, kata Mamat di Pasar Cimanggis, Kamis, (8/1).

Menurut dia, salah satu penyebab penumpukan sampah adalah banyaknya warga yang datang dari berbagai daerah hanya untuk membuang sampah di lokasi tersebut, karena terbatasnya tempat pembuangan.

“Sejak pukul enam pagi banyak masyarakat yang datang membawa kantong sampah dan membuangnya ke sini. Padahal mereka juga warga Tangsel, mereka datang dari mana-mana karena tidak bisa membuangnya ke sembarang tempat, akhirnya dibuang ke sini,” ujarnya.

Setelah Pasar Cimanggis, pengangkutan sampah dilanjutkan ke Pasar Jombang. Mamat mengatakan, pengoperasian di lokasi lain akan dilakukan dengan pola yang sama dan dibarengi dengan koordinasi dengan pengelola pasar.

“Malam ini rencananya akan diangkut ke Pasar Jombang. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar agar sampah-sampah tersebut terkelola dengan baik, dipilah terlebih dahulu, agar tidak berantakan seperti sekarang,” jelasnya.

Selain transportasi, Pemkot Tangsel juga fokus mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah rumah tangga.

“Kami terus memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat memilah sampah organik dan anorganik di rumahnya masing-masing,” tambah Mamat.

(Senin/Senin)