Berita Menkes Kerahkan Montir Perbaiki 205 Ambulans Terdampak Banjir Sumatra

by
Berita Menkes Kerahkan Montir Perbaiki 205 Ambulans Terdampak Banjir Sumatra


Yogyakarta, Pahami.id

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kementeriannya telah berupaya memulihkan unit transportasi dan peralatan kesehatan milik seluruh fasilitas kesehatan (fasilitas kesehatan) di Sumatera yang terkena bencana ekologi pada akhir tahun 2025.

Budi mengatakan, tanah longsor dan banjir bandang merusak sedikitnya 205 mobil ambulans milik beberapa rumah sakit di lokasi bencana. Kementerian Kesehatan, kata dia, telah mengambil langkah perbaikan dengan mengirimkan mekanik dari dealer.

“Segera dua minggu lalu kami datang ke Astra, Daihatsu, KIA, Isuzu dan mengirimkan mekanik. Jadi kami kirim mekanik, Toyota Home Service datang ke sana,” kata Budi di RSUP Dr Sardjito, Sleman, DIY, Kamis (8/1).


Menurut Budi, sudah ada 50 unit ambulans yang diperbaiki. Sementara itu, masih ada 80 orang lainnya yang bermalam di bengkel tersebut karena mesinnya mati.

Selain mekanik kendaraan, kementerian telah mengatur pengiriman teknisi peralatan medis seperti Siemens ke berbagai rumah sakit yang terkena dampak untuk memeriksa peralatan medis yang rusak.

Yang rusak itu kita masukkan anggarannya, menurut kita butuh sekitar Rp 500 miliar, kita usulkan kita segera ganti agar peralatan yang rusak akibat banjir itu bisa kita ganti,” jelas Budi.

Anggaran sebesar Rp500 miliar juga akan ditargetkan untuk revitalisasi fasilitas kesehatan lainnya, kasur, perlengkapan tidur, furnitur, dan peralatan elektronik seperti unit komputer.

“Kita butuh tempat tidur yang banyak, kasurnya hilang, kasurnya rusak. Hampir semua komputer tidak bisa diperbaiki, kita butuh ribuan komputer. Kita juga butuh furnitur yang tidak bisa diperbaiki,” kata Menkes.

Budi menambahkan, penanganan kesehatan di wilayah terdampak kini telah memasuki tahap ketiga, yaitu perluasan layanan kesehatan operasional setelah fokus pada pengaktifan kembali layanan darurat rumah sakit dan puskesmas.

Tahap ketiga ini meliputi optimalisasi puskesmas yang ada untuk menjangkau masyarakat di desa-desa terpencil dan lokasi pengungsian. Budi memperkirakan saat ini terdapat sekitar 300 ribu orang di seribu posko pengungsian.

Tugas Puskesmas adalah memastikan pelayanan kesehatan di rumah-rumah warga seperti biasa, namun posko pengungsian ini tidak biasa. Dan untuk itu kami terpaksa mengirimkan relawan karena Puskesmas kekurangan tenaga, kata Budi.

Kementerian kini telah mengkoordinasikan sekitar 4 ribu relawan ke lokasi bencana, dibantu oleh kehadiran relawan dari berbagai organisasi dan lembaga pendidikan.

Pengalaman Covid ini tidak bisa diselesaikan sendirian, Médecins Sans Frontières, Doctors Without Borders, Palang Merah Internasional semua datang dan mengurusnya. Kami bergilir setiap dua minggu sekali, katanya.

(cum/sen)