Berita Teheran Minta DK PBB Cegah Rencana Serangan Trump

by
Berita Teheran Minta DK PBB Cegah Rencana Serangan Trump


Jakarta, Pahami.id

Duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani bertanya kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang negara tersebut.

Permintaan ini tertuang dalam surat yang dikirimkan Irawani kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, dia menyebut ancaman AS melanggar Piagam PBB.


“[Meminta DK PBB] menolak penggunaan atau ancaman kekerasan apa pun yang dilakukan AS,” tulis Iravani dalam suratnya, dikutip Al Jazeerapada Rabu (28/1).

Ia juga mengingatkan AS, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, untuk mematuhi Piagam PBB dan mempertimbangkan konsekuensi serius dari setiap agresi militer.

“Peringatan Trump bahwa armada besar sedang menuju Iran adalah ancaman penggunaan kekuatan yang jelas dan tegas,” kata Iravani.

Lebih lanjut, Dubes Iran mengatakan pernyataan terbaru Trump bukan sekadar kejadian yang terisolasi.

“Tetapi ini merupakan bagian dari pola pemaksaan, intimidasi, aktivitas destabilisasi, operasi intelijen rahasia dan tekanan ilegal yang lebih luas dan terdokumentasi dengan baik. [terhadap Iran],” kata Irvani.

Surat itu juga menyatakan bahwa Iran menegaskan kembali haknya untuk membela diri berdasarkan hukum internasional.

Tak hanya itu, Iravani mengatakan Iran akan menggunakan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan rakyatnya.

Permohonan Iran ke Dewan Keamanan PBB muncul setelah Trump mengatakan AS siap menyerang Iran jika perundingan mengenai program nuklirnya gagal.

“Mudah-mudahan Iran akan segera ‘Duduk di Meja’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata – TANPA SENJATA NUKLIR – kesepakatan yang menguntungkan semua pihak,” kata Trump.

“Waktu hampir habis, ini sangat penting! Seperti yang saya katakan kepada Iran sebelumnya, DAPATKAN DEAL!” dia menambahkan.

Saat ini, 10 kapal perang AS telah berlayar di perairan Timur Tengah. Jika Iran tidak menyetujui perundingan, AS akan membuat negaranya lebih buruk dibandingkan Venezuela.

(isa/rds)