Berita Satu Keluarga Tewas di Warakas Diberi Racun Tikus

by
Berita Satu Keluarga Tewas di Warakas Diberi Racun Tikus


Jakarta, Pahami.id

Polres Metro Jakarta Utara menyatakan tersangka AS (24) diduga memberikan racun tikus kepada ibu dan dua adiknya yang ditemukan tewas di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1) lalu.

Polres Metro Jakarta Utara bersama Pusat Laboratorium Forensik Satuan Reserse Kriminal (Puslabfor) Polri membenarkan, ketiga korban meninggal dunia akibat mengonsumsi racun tikus Zinc Phosphate.

Hasil pantauan kami berdasarkan bukti-bukti lain sehingga kami tetapkan saudara S sebagai pelaku atau tersangka kasus keracunan dimana saudara S sengaja meracuni ketiga korbannya, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoeseno Gradiarso, dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2).


Fakta itu terungkap setelah penyidik ​​melakukan serangkaian otopsi dan uji toksikologi terhadap tiga jenazah korban tewas berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14).

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan residu bahan kimia berbahaya di perut dan organ vital korban hingga menyebabkan kematian.

“Yang ditemukan adalah seng fosfat. Seng fosfat merupakan senyawa kimia yang terdiri dari Zn dan fosfin yang dikenal juga dengan nama rodentisida Rodensisida,” kata Peneliti Toksikologi Kimia Universitas Indonesia, Prof Dr Buddha.

Budiawan menjelaskan, zat ini bekerja sangat cepat merusak sel-sel tubuh. Ketika masuk ke saluran pencernaan, racun bereaksi menjadi gas fosfin yang kemudian menyebar ke seluruh organ vital dan mematikan fungsi seluler sehingga menyebabkan korbannya mati lemas dalam waktu singkat.

“Zat-zat tersebut bersifat racun bagi sel-sel tubuh manusia, dan apa yang ditemukan dari hasil pemeriksaan tersebut membuktikan bahwa di dalam lambung telah ditemukan zinc fosfat, kemudian tentunya racun ini akan berubah menjadi fosfan, kemudian menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang disebut dengan racun seluler,” ujarnya.

Konfirmasi penyebab kematian juga dibenarkan oleh Dokter Forensik RS Sukanto, dr Mardika. Ia menyatakan, berdasarkan hasil otopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh, malah terdapat tanda-tanda kematian akibat masuknya bahan kimia yang melebihi batas toleransi tubuh manusia.

Jadi dari kesimpulan pemeriksaan ketiga jenazah, ditemukan kematian disebabkan oleh senyawa kimia, atau zat tidak biasa yang masuk ke dalam tubuh, melebihi batas toleransi tubuh dan korban meninggal karena sesak napas, kata dr Mardika.

AKBP Onkoeseno mengungkapkan, AS menyimpan dendam terhadap keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi ibunya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui motif pelaku membalas dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi ibunya, ujarnya.

(fra/kna/fra)