Jakarta, Pahami.id –
Ketua Dewan Politik Tertinggi Millision Houthi, Mahdi al-Ashat mengatakan bahwa dia tidak takut dengan ancaman perang presiden (AS) Donald Trump.
Al-Mashat mengatakan rencana Trump gagal menghentikan serangan kelompoknya terhadap Israel dan pengiriman di Laut Merah.
“Posisi kami dalam mendukung Gaza tidak akan berubah sampai intrusi berhenti dan pengepungan dibatalkan, apa pun konsekuensinya atau hasilnya,” kata al-Aashat Selasa (3/25), dikutip dari Al Jazeera.
Trump telah berulang kali berjanji untuk mengalahkan Houthi, mengatakan minggu lalu bahwa kelompok itu akan “hancur sepenuhnya”.
Pemerintah AS telah mengintensifkan serangan terhadap Yaman dalam upaya untuk menghentikan operasi militer Houthi.
Al-Mashat mengatakan Houthi siap menghadapi “perang” Trump.
“Siapa pun yang menyarankan Anda untuk menggunakan Yaman sebagai medan perang untuk menunjukkan kekuatan Anda dan menunjukkan harga diri Anda telah menyesatkan Anda dan membuat Anda memiliki masalah,” kata al-Ashat dalam sebuah pesan kepada presiden AS.
Kelompok Houthi meluncurkan rudal ke Israel hampir setiap hari, yang memicu sirene terdengar nasional.
Namun, serangan baru ini tidak menyebabkan kerusakan atau cedera, seperti yang diklaim pasukan Israel telah mencegat semua rudal.
(FRA/FRA/FRA)